ANALISIS NORMATIF TERHADAP BATASAN JUDICIAL ACTIVISM OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI (ANALISIS PUTUSAN MK NO. 90/PUU-XXI/2023)
Abstract
Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 terkait syarat usia calon Presiden dan Wakil Presiden. Kajian difokuskan pada kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam menguji undang-undang terhadap UUD 1945 serta dasar pembenaran normatif atas putusan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judicial activism dapat dibenarkan untuk mengisi kekosongan hukum, menjamin keadilan substantif, dan menjawab persoalan konstitusional yang tidak direspons oleh pembentuk undang-undang. Namun, Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 dinilai melampaui batas kewenangan karena tidak hanya menafsirkan norma, tetapi juga membentuk norma baru yang termasuk dalam ranah open legal policy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan pengaturan prosedural mengenai batas-batas judicial activism MK agar fungsi checks and balances tetap terjaga tanpa mengorbankan prinsip pemisahan kekuasaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Daftar Pustaka
Ackerman, B. (2000). The new separation of powers. Harvard Law Review, 113(3), 633–729.
Alatas, A., Zulfickar, F. M., & Hutabarat, P. A. N. (2024). Teori kemaslahatan sebagai batasan judicial activism dalam pengujian undang-undang oleh Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi dan Demokrasi, 4(2), 145–160. https://doi.org/10.7454/jkd.v4i2.1409
Al-Mawardi, A. H. A. M. I. H. (2006). Al-Ahkam al-Sulthaniyyah wa al-Wilayat al-Diniyyah. Dar al-Hadith.
Al-Mawardi, I. (2006). Al-Ahkam as-Sulthaniyyah: Hukum-hukum penyelenggaraan negara dalam syariat Islam (F. Bahri, Trans.). Darul Falah.
Amsari, F., & Mochtar, Z. A. (2024). Constitutional Court and the crisis of constitutional ethics in Indonesia. Constitutionale, 5(2), 121–138.
Ardiansyah, P. (2025). Judicial activism, batas-batas dan upaya Mahkamah Agung menjaga kesatuan penerapan hukum. Mahkamah Agung RI. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/judicial-activism-batas-batas-dan-upaya-mahkamah-agung-08i
Arrasuli, B. K., & Nadhilah, Y. (2023). Praktik judicial activism dalam putusan Mahkamah Konstitusi dikaitkan dengan prinsip pemisahan kekuasaan. UNES Law Review, 6(1), 755–769. https://review-unes.com/index.php/law/article/view/882
Asshiddiqie, J. (2006). Hukum acara pengujian undang-undang. Konstitusi Press.
Asshiddiqie, J., & Safaat, M. A. (2006). Teori Hans Kelsen tentang hukum. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Bachtiar. (2015). Problematika implementasi putusan Mahkamah Konstitusi pada pengujian terhadap UUD. Raih Asa Sukses.
Badriyah, K. (2014). Mekanisme judicial review. MedPress.
Buck, C. G. (2021). Judicial activism and constitutional democracy in comparative perspective. Routledge.
Dixon, R. (2022). The forms, functions and varieties of comparative constitutional law. International Journal of Constitutional Law, 20(1), 1–25.
Faiz, P. M. (2013). Dimensi judicial activism dalam putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 10(2), 406–430.
Hirschl, R. (2014). Comparative matters: The renaissance of comparative constitutional law. Oxford University Press.
Johan, J. (2009). Judicial activism dalam dinamika pemikiran hukum hakim Mahkamah Konstitusi [Tesis, Universitas Brawijaya].
Latipulhayat, A. (2017). Editorial: Mendudukan kembali judicial activism dan judicial restraint dalam kerangka demokrasi. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 4(3), 401–406.
Maikel, A. (2025). Tinjauan yuridis aktivisme yudisial terhadap konstitusionalitas putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Jurnal Hukum Tata Negara, 7(1), 55–73.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2008). Putusan Nomor 22-24/PUU-VI/2008. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2016). Putusan Nomor 97/PUU-XIV/2016. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2020). Putusan Nomor 40/PUU-VII/2020. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023a). Putusan Nomor 29-51-55/PUU-XXI/2023. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2023b). Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Ningrum, M. P., Sari, K., Roza, A. F., & Hariani, R. R. (2023). Asas kepastian hukum atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Jurnal Kajian Hukum, 2(1), 1–15.
Permadu, H., & Aldy, A. (2024). Kewenangan Mahkamah Konstitusi. Media Nusa Creative.
Rubaie, A., Nurjaya, N., Ridwan, M., & Istislam. (2014). Putusan ultra petita Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 11(1), 85–100. https://doi.org/10.31078/jk1115
Satjipto, R. (2000). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.
Tushnet, M. (2011). The rise of strong-form judicial review. In T. Ginsburg & R. Dixon (Eds.), Comparative constitutional law (pp. 425–446). Edward Elgar Publishing.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.
Zoelva, H. (2018). Problematika Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Konstitusi Press.
DOI: https://doi.org/10.46576/lj.v7i1.9222
Article Metrics
Abstract view : 8 timesPDF – 4 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Law Jurnal
Law Jurnal Terindex pada:
Member Of :
Google Scholar Citation
Diterbitkan oleh :
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS DHARMAWANGSA
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Email : law_jurnal@dharmawangsa.ac.id
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














