MAKNA JANGAN DALAM DONGENG TIMUN MAS

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46576/wdw.v18i1.4271

Kata Kunci:

Makna, Dongeng, Negasi

Abstrak

Dongeng merupakan wacana ekspresif yang biasanya digunakan dalam situasi tertentu dalam penyampaiannya. Dongeng banyak memberikan manfaat kepada pendengar/pembacanya. Tujuan dongeng dalam menyampaikan pesan agar pendengar/pembaca dapat secara persuasive mendapatkan Pelajaran tanpa merasa digurui. Penelitian ini merupakan kajian semantik Dimana makna jangan diekplorasi seluas-luasnya dengan menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Wacana. Dalam dongeng Timun Mas, makna Jangan yang termasuk dalam negasi dapat menggambarkan tiga hal yaitu; (1) jangan berjanji apabila tidak bisa menepatinya, (2) Jangan takut menghadapi rintangan dan halangan walau sebesar apapun, dan (3) jangan terlalu mencintai sehingga berbuat hal apapun yang pada akhirnya melanggar perjanjian yang telah dibuat.

Referensi

Amran, E. A. S. (2022). Leksikal “ayam” dalam peribahasa melayu: analisis semantik inkuisitif oleh eli aima shazila binti amran universiti islam antarabangsa malaysia 2020. November.

Annisa Mustika, & Gita Amelia Oktaviana. (2022). Analisis Makna Tersirat dalam Postingan Instagram Rintik Sedu. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, Dan Pengajarannya, 1(2), 55–64. https://doi.org/10.55606/protasis.v1i2.46

Chornelia, Y. H. (2013). Representasi Feminisme Dalam Film Snow White and the Huntsman. Jurnal E-Komunikasi, 1(3), 92–103.

Feriana, C., Rachman, A., & Kurniawan, R. A. (2022). Pembuatan Animasi Pendek 2D Cerita Rakyat Timun Mas. Jurnal Desain, 10(1), 61. https://doi.org/10.30998/jd.v10i1.13063

Hima, R. (2022). PREDIKAT KOMPLEKS DAN SERIALISASI VERBA BAHASA JAWA (STUDI PELESTARIAN BAHASA DAERAH MELALUI KAJIAN TATA BAHASA LEKSIKAL-FUNGSIONAL). LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra, 1(1 SE-Articles). https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/litera/article/view/32

Hima, R., & Jember, U. (2015). Predikat kompleks dan serialisasi verba bahasa jawa. 1(1), 45–57.

Inarti, S. (2013). Analisis Intertekstual Puisi “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Goenawan Mohamad. Metasastra, 6(1), 81–89.

Kelkusa, A. H., & Malawat, I. (2023). Nilai-Nilai Didaktik Dalam Novel “Cinta 2 Kodi” Karya Asma Nadia Dengan Menggunakan Pendekatan Semantik. BISAI: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 2(1), 11–27. https://doi.org/10.30862/bisai.v2i1.189

Nur Azizah Taqiyyah dan Wisma Kurniawati. (2023). Analisis Kohesi Gramatikal dan Referensi Dalam Dongeng Grimm Bersaudara ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI DAN KONJUNGSI DALAM DONGENG GRIMM BERSAUDARA Nur Azizah Taqiyyah Wisma Kurniawati.

Rahariyoso, D., & Rohiq, M. (2022). Pledoi Si Anak Durhaka: Interteks dan Dekonstruksi Folklor Malin Kundang dalam Puisi Indrian Koto. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.15642/suluk.2022.4.1.1-13

Sabaruddin, R. (2016). 국회선진화법’ 에 관한 보론No Title’. 입법학연구, 제13집 1호(May), 31–48.

Salaka, J., Meliasanti, F., Karawang, U. S., & Wanara, C. (2019). Dalam Novel Ciung Wanara. 1, 17–32.

Viera Valencia, L. F., & Garcia Giraldo, D. (2019a). 済無No Title No Title No Title. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2.

Viera Valencia, L. F., & Garcia Giraldo, D. (2019b). 済無No Title No Title No Title. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2, 23–30.

Waryanti, E., Puspitoningrum, E., Violita, D. A., & Muarifin, M. (2021). Struktur Cerita Anak Dalam Cerita Rakyat Timun Mas dan Buto Ijo Dalam Saluran Youtube Riri Cerita Anak Interaktif (Kajian Sastra Anak). Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 4, 12–29.

Unduhan

Diterbitkan

2024-01-31

Terbitan

Bagian

Artikel Vol. 18 No. 1 (2024)