Pelatihan Public Speaking bagi Pelaku Desa Wisata Bukit Paralayang Kulon Progo

Penulis

  • Maria Asumpta Deny Kusumaningrum Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
  • Rindu Alriavindra Funny Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
  • Fajar Khanif Rahmawati Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
  • Yenni Astuti Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

DOI:

https://doi.org/10.46576/rjpkm.v6i1.5220

Kata Kunci:

Bukit Paralayang Kulon Progo, Paralayang, Public speaking, Pelatihan

Abstrak

Obyek wisata paralayang menawarkan keindahan pemandangan dari atas bukit. Wisata paralayang ini masih sangat jarang di Indonesia. Selain karena termasuk olahraga ekstrem dan memerlukan lokasi yang khusus, kemampuan sumber daya manusia dalam mendampingi wisatawan membutuhkan keahlian tertentu. Bukit Giri Sembung, Kelurahan Banjarasri, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata paralayang yang baru ditemukan potensinya dan perlu dikembangkan. Pengembangan potensi wisata ini membutuhkan pendampingan dalam aspek manajemen, pemasaran dan pelayanan wisata. Melalui program kemitraan masyarakat, ditawarkan satu solusi berupa pendampingan pelayanan wisata dalam bentuk pelatihan public speaking. Pelatihan ini menjadi bagian dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Pelatihan dilaksanakan dalam empat proses, yakni analisis kebutuhan, perencanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pelatihan. Dari analisis kebutuhan diperoleh informasi bahwa kemampuan public speaking para pelaku wisata dalam menggunakan Bahasa Inggris masih kurang dan memerlukan pelatihan. Oleh karenanya, pelatihan public speaking ini diberikan dalam Bahasa Inggris dengan target para pelaku wisata supaya dapat menyapa, bercerita, memberikan jawaban, serta menanggapi keluhan dari wisatawan mancanegara. Pelaksanaan pelatihan ini, secara umum, dapat disimpulkan berjalan dengan baik, yang dibuktikan dari umpan balik yang baik dari peserta

Referensi

Amilia, W., Rokhani, R., Prasetya, R. C., & Suryadharma, B. (2020). Pembangunan Desa Wisata Gadingan dan Kebutuhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Pendekatan Community Based Tourism. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 4(1), 93. https://doi.org/10.30595/jppm.v0i0.4268

Astuti, Y., Cahya, A., Putri, R., & Baskoro, Z. (2024). Pelatihan Perangkat Lunak Simulasi Scilab Bagi Siswa / Siswi SMK Penerbangan AAG Yogyakarta. 4(2), 92–98.

Dinas Parawisata Kulon Progo. (2023). Paralayang Jadi Varian Wisata di Kulon Progo. Retrieved from https://www.dinpar.kulonprogokab.go.id/paralayang-jadi-varian-wisata-di-kulon-progo.html

Darmin, L.O.D.P., Abdullah, A., B Jasir. (2024). Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Peran Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Sadar Wisata (Studi Kasus Pemerintah Wakatobi terhadap Kelompok Sadar Wisata Desa Sombu). Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara. 11(1): 30-52.

Gautama, B.P., Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355–369. https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414

Ibrahim, A. H. H., Madjid, S., & Hafel, M. (2024). Tinjauan Kolaboratif dalam Mendorong Pengembangan Desa Wisata Lapasi di Maluku Utara. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 5(2), 15. https://doi.org/10.47134/villages.v5i2.109

Indardi, N., & Sahri, S. (2020). Pengembangan Paralayang Ternadi di Kabupaten Kudus. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 10(1), 19–22. https://doi.org/10.15294/miki.v10i1.21480

Jogjaku.web.id. (2023). Wisata paralayang puncak giri sembung banjarasri kalibawang. Retrieved from https://www.jogjaku.web.id/2023/02/wisata-paralayang-puncak-giri-sembung.html

Kusumaningrum, M. A. D., Rakhmawati, F. K., & Kumolosari, E. (2024). English Language Training for Village Communities Affected by Yogyakarta International Airport Development. JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 513–519.

Prakoso, A. A. (2015). Pengembangan Wisata Pedesaan Berbasis Budaya yang Berkelanjutan di Desa Wisata Srowolan, Sleman N. Jurnal Kepariwisataan, 9(2), 61–76.

Rahayu, H. A., Istikhomah, I., Fatmawati, N., Usami, R. W., Dari, F. U., & Habib, M. A. F. (2022). Analisis Pengembangan Potensi Desa Wisata Melalui Optimalisasi Asset Based Community Development Di Desa Mojokambang. Greenomika, 4(1), 31–43. https://doi.org/10.55732/unu.gnk.2022.04.1.4

Rahmawati, F. K., Funny, R. A., Mulyani, S., & Priyahapsara, I. P. (2023). Pengenalan regulasi penerbangan indonesia pada siswa SMK di Kulon Progo. KACANEGARA Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(3), 313–320. https://doi.org/10.28989/kacanegara.v6i2.1601

Sahri, S., Sugiharto, S., Indardi, N., & Aristiyanto, A. (2022). Optimalisasi Kerjasama Tripartit Pengelolaan Tandem Paralayang di Site Wisata Tlogo Terbinpotdirga Paralayang FASI Jawa Tengah. Indonesian Journal of Community Empowerment (Ijce), 4(1), 37. https://doi.org/10.35473/ijce.v4i1.1510

Sasuwang, F. R., Sugiyarto, S., & Sulistyowati, N. (2024). Analisis Potensi Wisata sebagai Upaya dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Asap Indah Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Jurnal Ilmu Pendidikan, 4, 170–178.

Tatura, L., Djafar, A. G., & Pratiwi, N. (2024). Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Dan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis SDGs Di Desa Moodulio. Jurnal Pengabdian Teknik Industri, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.37905/jpti.v3i1.22471

Diterbitkan

2025-01-16

Terbitan

Bagian

Articles