PELATIHAN PEMBUATAN EKO ENZIM DARI KULIT BAWANG SEBAGAI ANTIBAKTERIA PADA SEDIAAN SABUN PENCUCI PIRING

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i2.3318

Kata Kunci:

Kulit Bawang, Antibakteri, Eko Enzim

Abstrak

Kulit bawang merupakan hasil sampingan dari penggunaan umbi bawang yang biasanya dibuang tanpa diketahui manfaatnya. Kulit bawang mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai antioksidan, antimikrobia, sebagai penyubur tanaman dan sebagai pestisida alami. Hal ini disebabkan kulit bawang mengandung berbagai zat aktif seperti flavonoid, quercetin, saponin, minyak atsiri, aliin, allisin, kalsium, zat besi, magnesium dan lain sebagainya. Manfaat kulit bawang dapat diperoleh dengan cara ekstraksi, pengomposan dan fermentasi. Fermentasi Kulit bawang atau eko enzim dapat dimanfaatkan sebagai anti bakteria pada berbagai bahan yang digunakan sehari-hari seperti pada sabun pencuci piring. Sabun pencuci piring telah diproduksi oleh Komunitas Kerukunan Keluarga Pondok Dahlia Indah (KKPDI) di Perumahan Pondok Dahlia Indah RT 3 RW 12 Kelurahan Pebatuan Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Namun produk sabun pencuci piring mengalami hambatan pemasaran karena bersaing dengan berbagai produk komersial sejenis lainnya. Oleh sebab itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sabun pencuci piring. Tim pengabdian memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan mengadakan pelatihan pembuatan eko enzim dari limbah kulit bawang sebagai antibakteri pada sediaan sabun pencuci piring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan limbah organik berupa kulit bawang untuk diolah menjadi eko enzim sebagai anti bakteri pada sediaan sabun pencuci piring. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah transfer IPTEK dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta yang hadir mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan dan cara mengolah limbah organik berupa kulit bawang menjadi eko enzim yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Peserta yang hadir mempraktekkan pembuatan eko enzim dari limbah kulit bawang dan mengaplikasikannya pada sediaan sabun pencuci piring

Referensi

Atho’illah, M., Fadila, M. D., & Junaedi, A. S. (2021). Uji baku mutu probiotik ikan berbahan dasar air limbah cucian beras, kulit bawang putih (Allium sativum), dan fermentasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 17(4), 240–246. https://doi.org/10.14710/ijfst.17.4.240-246

Banu, L. S. (2020). Review: Pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan ampas kelapa sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan beberapa tanaman sayuran. Jurnal Ilmiah Respati, 11(2), 148–155. https://doi.org/10.52643/jir.v11i2.1125

Dahlan, D. N. A. (2019). Efektifitas pelatihan keterampilan membuat pertanyaan pada guru di sd negeri 1 kuluran. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 2(1), 67–77. https://doi.org/10.21093/sajie.v2i1.1654

Hemalatha, M., & Visantini, P. (2020). Potential use of eco-enzyme for the treatment of metal based effluent. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 716(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/716/1/012016

Maryanti, A., & Wulandari, F. (2023). Production and organoleptic test of onion peel eco enzyme. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 311 – 318. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i2.4708

Penmatsa, B., Sekhar, D. C., Diwakar, B. S., & Nagalakshmi, T. V. (2019). Effect of bio-enzyme in the treatment of fresh water bodies. International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(1), 308–310. https://www.researchgate.net/publication/334162480_Effect_of_Bio-

Enzyme_in_the_Treatment_of_Fresh_Water_Bodies

Rahayu, S., Kurniasih, N., & Amalia, V. (2015). Ekstraksi dan identifikasi senyawa flavonoid dari limbah kulit bawang merah sebagai antioksidan alami. Al-Kimiya, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.15575/ak.v2i1.345

Rathamy, M. A., Haryati, S., & Bekti, E. (2019). konsentrasi kulit bawang putih ( Allium sativum ) dan daun jeruk purut ( Cistrus hystrix ) terhadap sifat fisiko kimia dan organoleptik pada bandeng presto. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 14(1), 32. https://doi.org/10.26623/jtphp.v14i1.2498

Rinzani, F., Siswoyo, S., & Azhar, A. (2020). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair pada budidaya tanaman bayam di Kelurahan Benteng Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 197–206. https://doi.org/10.47492/jip.v1i3.67

Rizky. (2021). Mengenal eco enzyme, cairan organik yang punya banyak manfaat. Orami.Co,Id. https://www.orami.co.id/magazine/eco-enzyme

Sa`adah, H., Supomo, S., & Musaenah, M. (2020). Aktivitas antibakteri ekstrak air kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 2(2), 80–88. https://doi.org/10.33759/jrki.v2i2.73

Sari, M. U., Hartono, R., & Hakim, L. (2013). Sifat antirayap ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) (Antitermites properties of onion shell extract). Peronema Forestry Science Journal, 2(1), 139–145. https://media.neliti.com/media/publications/157054-ID-none.pdf

Srimathi.N, Subiksha.M, Abarna.J, N. . (2020). Biological treatment of dairy wastewater using bio enzyme from citrus fruit peels. International Journal of Recent Technology and Engineering (IJRTE), 9(1), 292–295. https://www.ijrte.org/wp-content/uploads/papers/v9i1/A1530059120.pdf

Suwardi, F., & Noer, S. (2020). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium ascalonicum L). Sinasis, 1(1), 117.

Usman, Y. (2020). Pemanfaatan potensi limbah kulit bawang merah (Allium cepa. l) sebagai sediaan gel hand sanitizer. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 2(2), 63–71. https://doi.org/10.33759/jrki.v2i2.79

Diterbitkan

2023-07-22

Terbitan

Bagian

Articles