PENDAMPINGAN PENGEMASAN ATRAKSI WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA KOMODO, KABUPATEN MANGGARAI BARAT

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1647

Kata Kunci:

Desa Komodo, Desa Wisata, Pendampingan Desa, Pengemasan Atraksi Wisata, Taman Nasional Komodo

Abstrak

Desa Komodo, bagian dari Taman Nasional Komodo, berada tidak jauh dari Dermaga Loh Liang yang menjadi destinasi bersandarnya kapal-kapal pesiar di Pulau Komodo. Keterbatasan Desa Komodo untuk menarik wisatawan turun dari kapal pesiar dan mengunjungi Desa Komodo menjadi permasalahan yang ditemukan di lapangan. Para wisatawan umumnya turun dari kapal pesiar hanya untuk melihat hewan Komodo di Taman Nasional Komodo. Maka, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan akan pengemasan atraksi wisata berbasis budaya lokal kepada masyarakat Desa Komodo. Atraksi wisata ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Komodo. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode PAR (participatory action research), di mana masyarakat Desa Komodo diajak berpartisipasi aktif mulai dari menjadi peserta Focus Group Disucussion untuk menjaring masukan dalam Studi Potensi Desa, hingga pelaku pengemasan atraksi wisata untuk mengembangkan Desa Wisata Komodo. Kegiatan pendampingan masyarakat di Desa Komodo dilakukan dalam 4 tahap, yaitu: 1) sosialiasi kegiatan dan studi potensi wisata; 2) pengemasan atraksi wisata; 3) peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; dan 4) pengembangan Desa Komodo sebagai desa wisata. Hasil dari pendampingan ini, masyarakat mampu mengemas atraksi wisata berbasis budaya lokal seperti Kolokamba, Tari Arugele, Musik Tembong, dan Tari Komodo yang diambil dari mitos setempat untuk mengembangkan Desa Komodo sebagai desa wisata

Biografi Penulis

  • Widhyasmaramurti Widhyasmaramurti, Universitas Indonesia

    Widhyasmaramurti adalah Dosen Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Selain mengampu matakuliah bidang linguistik seperti Bahasa Jawa, Sistem Bunyi Bahasa Jawa, serta Semantik dan Pragmatik Jawa, juga aktif dalam melakukan pengabdian masyarakat di Jawa Barat, (Cikoneng, Bogor), Jawa Tengah (Boyolali dan Karanganyar) serta Jawa Timur (Sumenep-Madura). Sebagian pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan adalah menginisiasi Sekolah Budaya Jawa untuk siswa asing di Desa Senden Boyolali, serta mengembangkan batik ikat celup di Pesantren Darussalam Sumenep.

     

    Dwi Kristianto adalah pengajar matakuliah Kewarganegaraan di Vokasi Universitas Indonesia. Pendampingan masyarakat yang pernah dilakukan adalah mengembangkan pariwisata alam di Cikoneng, Bogor; festival panen di Desa Senden serta pendampingan kepada pengerajin seni kriya logam di Dusun Tumang, Boyolali.

Referensi

Afandi, A. (2020). PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) METODOLOGI ALTERNATIF RISET DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TRANSFORMATIF. Workshop Pengabdian Berbasis Riset, 11. https://lp2m.uin-malang.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/Materi-PAR-P.-Agus.pdf

Aninsi, N. N. (2019, July 18). Pencak Silat - Olahraga dan Seni Bela Diri Bangsa Melayu. TribunnewsWiki. https://video.tribunnews.com/view/87035/pencak-silat-olahraga-dan-seni-bela-diri-bangsa-melayu

Atik, F. (2018, December 18). Mengintip Kehidupan Anak-anak Desa Komodo. Detiktravel. https://travel.detik.com/cerita-perjalanan/d-5391223/mengintip-kehidupan-anak-anak-desa-komodo

Brandt, K. (2003). Mengapa Kebudayaan Masyarakat Kampung Komodo Terancam. https://www.acicis.edu.au/wp-content/uploads/2015/03/BRANDT-Karl.pdf

Endo, H. (2013). The Difficulties of Conservation of the Komodo Monitors Related to Tourism and Local Economics in the Eastern Region of Indonesia. Japanese Journal of Zoo and Wildlife Medicine, 18(1), 29–32. https://doi.org/10.5686/jjzwm.18.29

FAO. (1977). Proposed Komodo National Park Management Plan 1978-1982. http://www.thesalmons.org/lynn/wh-wcmc/Indonesia - Komodo.pdf

Farhan, A. (2019, January 25). Taman Nasional Komodo, Kebanggaan Indonesia Diakui Dunia. Detiktravel. https://travel.detik.com/travel-news/d-4400802/taman-nasional-komodo-kebanggaan-indonesia-diakui-dunia

Hamdani, T. (2021, November 25). Jokowi Dandani Bandara Komodo Buat G20, Rampung Maret 2022. Detikfinance. https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5826764/jokowi-dandani-bandara-komodo-buat-g20-rampung-maret-2022

Hasan, I. (2021, July 8). Sensasi Menggila Bermain Bambu Gila Bernuansa Mistis Asli Maluku. Merdeka. https://www.merdeka.com/travel/sensasi-menggila-bersama-bambu-gila-bernuansa-mistis-asli-maluku.html

Kustiani, R. (2021, January 8). Data Kunjungan Pulau Komodo, Wisatawan Mancanegara Lebih Banyak dari Domestik. Travel Tempo. https://travel.tempo.co/read/1421187/data-kunjungan-pulau-komodo-wisatawan-mancanegara-lebih-banyak-dari-domestik/full&view=ok

Riyani, U. E. (2017, July 7). Keren, Taman Nasional Komodo NTT Makin Populer! Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Favorit Dunia. Oketravel. https://travel.okezone.com/read/2017/07/07/406/1730811/keren-taman-nasional-komodo-ntt-makin-populer-masuk-10-besar-destinasi-wisata-favorit-dunia

Santia, T. (2020, July 20). Labuan Bajo Bersiap jadi Tuan Rumah KTT G20 dan ASEAN Summit 2023. Liputan 6. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4309682/labuan-bajo-bersiap-jadi-tuan-rumah-ktt-g20-dan-asean-summit-2023

Saputri, D. S., & Maharani, E. (2020, January). Pengembangan Destinasi Labuan Bajo Dimulai Awal Tahun Ini. Republika Nasional. https://nasional.republika.co.id/berita/q4e6x8428/nasional/umum/20/01/20/q4e6ak335-pengembangan-destinasi-labuan-bajo-dimulai-awal-tahun-ini

Singleton, J., & Sulaiman, R. (2002). ENVIRONMENTAL ASSESSMENT STUDY-KOMODO NATIONAL PARK INDONESIA. https://www.diveglobal.com/wp-content/uploads/Komodo/Komodo EAS.pdf

Zulfikar, M. (2020, December 16). TNK paparkan peluang Desa Komodo menuju desa berbasis budaya maritim. Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/1898472/tnk-paparkan-peluang-desa-komodo-menuju-desa-berbasis-budaya-maritim

Diterbitkan

2022-01-25

Terbitan

Bagian

Articles