PELATIHAN DARING BAHASA JEPANG PERHOTELAN KARYAWAN HOTEL DI BALI

Penulis

  • Ni Wayan Meidariani Universitas Mahasaraswati Denpasar image/svg+xml
  • Anak Agung Ayu Dian Andriyani Universitas Mahasaraswati Denpasar image/svg+xml
  • Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Universitas Mahasaraswati Denpasar image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.46576/rjpkm.v3i1.1106

Kata Kunci:

Bahasa Jepang, Budaya, Pelatihan Daring

Abstrak

Pandemi covid-19 yang melanda dunia membawa dampak yang buruk terhadap perekonomian negara, salah satu negara yang mengalami dampak pademi covid-19 adalah Indonesia. Bali yang merupakan salah satu pulau di Indonesia, sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pariwisata. Adanya wabah covid-19 ini menyebabkan kebangkrutan usaha pariwisata khususnya bidang akomodasi sehingga banyak karyawan hotel yang mengalami putus hubungan kerja. Dalam situasi yang sulit ini, peran masyarakat lainnya sangat diperlukan untuk saling membantu. Bentuk bantuan yang diperlukan masyarakat tidak hanya sebatas pengadaan sembako atau bantuan uang tunai saja. Salah satu upaya untuk membantu para karyawan hotel adalah memberikan pelatihan gratis kepada mereka tentang pengenalan budaya Jepang dan bahasa Jepang perhotelan. Tujuan pelatihan bahasa Jepang perhotelan untuk menambah kemampuan berbahasa Jepang sehingga dapat meningkatkan hospitality para pekerja hotel dalam melayani wisatawan Jepang. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tidak akan habis dan dapat meningkatkan SDM karyawan hotel saat pariwisata dibuka. Pelatihan dilakukan secara online menggunakan media jitsi. Berdasarkan hasil evaluasi disimpulkan bahwa 80% karyawan hotel tidak mengetahui etika dalam melayani wisatawan Jepang karena mereka tidak paham tentang perbedaan budaya Jepang. Bahasa Jepang yang digunakan oleh para karyawan hotel masih menggunakan ragam santai tanpa memperhatikan kedudukan lawan bicara karena menganggap bahasa Jepang seperti bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan berbahasa

Referensi

Aditya, N. R. (2020, April 7). Mayoritas Hotel di Bali Tutup Operasional, Sisanya mencoba bertahanâ€. Kompas.Com. https://travel.kompas.com/read/2020/04/07/200600727/mayoritas-hotel-di-bali-tutup-operasional-sisanya-mencoba-bertahan?page=all

Andriyani, A. A. A. D., Djatmika, D., Sumarlam, S., & Rahayu, E. T. (2019a). Analysis of Original Japanese ‘Uchisoto’Concept Used by Indonesian Speaker as Tourism Actors in Bali. IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics, 3(2), 297–311. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21093/ijeltal.v3i2.196

Andriyani, A. A. A. D., Djatmika, D., Sumarlam, S., & Rahayu, E. T. (2019b). Pengaruh Lintas Budaya Tingkat Tutur Hormat Keigo melalui Media Sosial antara Driver Guide dan Wisatawan Jepang di Bali. MOZAIK, 19(1), 1–17. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/mozaik.v19i1.11976

Dian Andriyani, A. A. A., & Meidariani, N. W. (2020). Pembelajaran Omotenashi Bagi Pramuwisata Travel Standard Japan. WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer, 2(3), 7–12. https://doi.org/10.30864/widyabhakti.v2i3.191

Nikkeibipisha. (2012). Utsukushii Nihongo to Tadashii Keigo ga Mi ni Tsuku Hon. Nikkei Business.

Nurita, W., & Meidariani, N. W. (2019). Japanese Language Interference by Hotel Staf in Badung Regency in Serving Japanese Travelers. International Journal of Green Tourism Research and Applications, 1(1), 1–20. https://doi.org/10.31940/ijogtra.v1i1.1627

Nurita, W., & Meidariani, N. W. (2020). Bahasa Jepang Perhotelan: Effective Japanese for Hotel Staff (Kumiko Shishido (ed.)). Nilacakra. https://www.google.co.id/books/edition/Bahasa_Jepang_Perhotelan_Effective_Japan/lpHcDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=front+office+merupakan&pg=PA25&printsec=frontcover

Diterbitkan

2022-01-25

Terbitan

Bagian

Articles