Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Mochi Melon Hidroponik
DOI:
https://doi.org/10.46576/rjpkm.v6i2.6028Keywords:
KKN UNUGIRI, Melon Hidroponik, Pelatihan, MochiAbstract
Desa Cengkir, Bojonegoro, berhasil mengembangkan budidaya melon hidroponik dengan kualitas premium, namun pemasarannya terbatas pada ukuran buah segar yang lebih kecil. Masyarakat yang mengandalkan sektor pertanian membutuhkan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka. Kolaborasi dengan mahasiswa KKN menghasilkan solusi berupa pengolahan melon hidroponik menjadi produk bernilai tambah, seperti mochi melon, untuk membuka peluang pasar baru dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan nilai tambah melon hidroponik sekaligus memberdayakan masyarakat dengan produk lokal bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan meliputi pemilihan melon, pengolahan buah menjadi selai, pembuatan adonan mochi berbasis tepung ketan, serta sosialisasi dan pelatihan mengenai proses pembuatan secara manual. Selama pelatihan, peserta diberikan pengetahuan tentang penyesuaian cita rasa dan tampilan agar produk mochi melon menarik perhatian konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mochi melon berhasil meningkatkan nilai tambah melon hidroponik dan menarik minat masyarakat sebagai camilan unik dan inovatif. Peningkatan keterampilan peserta terlihat dari persentase kemampuan mereka yang meningkat dari 40% menjadi 85%. Produk mochi melon yang dihasilkan berhasil menarik minat masyarakat lokal, dengan 90% peserta memberikan tanggapan positif. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam penjualan mochi melon yang meningkat 60% dalam sebulan setelah pelatihan, serta peningkatan pengetahuan masyarakat yang tercermin dari skor pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 50%. Kesimpulannya, Mochi melon berhasil meningkatkan nilai tambah melon hidroponik dan memberdayakan masyarakat melalui pengolahan produk lokal yang bernilai ekonomi. Inovasi ini memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan daerah dan membuka peluang pasar baruReferences
Apsari, D. P. N., Damiati, D., & Marsiti, C. I. R. (2019). PEMANFAATAN KULIT MELON MENJADI SELAI. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 10(1), 23–32. https://doi.org/10.23887/jjpkk.v10i1.22119
Banyumas, D. K. (2024). Sistem NFT - Budidaya Melon Hidroponik, Ruang Lingkup Proyek. Sistem NFT. https://sigaib.banyumaskab.go.id/site/detailproyek/28
Harahap, M., Yustriawan, D., & Apriyanti, I. (2024). Budidaya Melon (Cucumis melo L) Hidroponik dalam Pemanfaatan Halaman Pekarangan Rumah di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat (JPPM), 9(3), 639–650. https://jurnal.unmabanten.ac.id/index.php/jppm/article/view/758
Istiana, N. (2022). Gini Cara Membuat Selai Melon. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=3CRPbMgGUJU
Manurung, I., Putri, F. V., Afrila, M., Al Hafizd, M. A., Haditya, R., Gusni, J., & Miswarti, M. (2023). Penerapan Sistem Hidroponik Budidaya Tanaman Tanpa Tanah untuk Pertanian Masa Depan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(4), 5140–5145. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4.1892
Marina, I. (2017). STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HASIL PERTANIAN MELALUI INOVASI DAN KREATIFITAS MENJADI PRODUK UNGGULAN DI SMK NEGERI 1 PACET KABUPATEN CIANJUR. MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 1(1), 45. https://doi.org/10.25157/ma.v1i1.31
Muchsin, N. I. (2024). Mochi Tepung Ketan - Anti Gagal Super Lembut. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=sdtc2xt8XMY
Nora, S., Yahya, M., Mariana, M., Herawaty, H., & Ramadhani, E. (2020). Teknik Budidaya Melon Hidroponik dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation). Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian, 23(1), 21–26. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/agrium/article/view/5654
Nurdiansyah, D., Aziz, S., Hambali, M. R., Rahman, R. M., Rahman, R. M., & Koniva, D. D. N. (2024). PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN RINGAN GAPIT DAN STICK BERBAHAN DASAR BAWANG MERAH DI DESA KEPOHKIDUL BOJONEGORO. Indonesian Collaboration Journal of Community Services, 4(1), 19–27. https://icjcs.esc-id.org/index.php/home/article/view/155
Nurdiansyah, D., Husen, S., Shofiyudin, M., & Maftuchin, M. (2022). PELATIHAN HIDROPONIK DENGAN STYROFOAM BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA MTS SENDANG TUBAN. Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS), 2(2), 86–89. https://doi.org/10.53067/icjcs.v2i2.62
Nurdiansyah, D., Ririn Fauziyah, M. Ridlwan Hambali, Fadhilatun Ni’mah, & Muhammad Jauharul Fawaiq. (2023). Pelatihan Pengolahan Mawar sebagai Produk Makanan di Desa Kalangan Kabupaten Bojonegoro. Jurnal SOLMA, 12(2). https://doi.org/10.22236/solma.v12i2.10780
Nurhayati, M. (2024). Rancang Bangun Ensemble Learning Untuk Pelestarian Makanan Tradisional Indonesia. Deepublish.
Permadi, H., Yuliana, Wardhani, I. S., Nastiti, N. De, & Prasetyo, S. M. (2020). Workshop Pembuatan Hidroponik Wick System Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Kasri. Jurnal Graha Pengabdian, 2(3), 202–211. http://journal2.um.ac.id/index.php/jgp/article/download/16693/6488
Piura, M. P., Adelia, T., Maulana, A. A., Sari, R., Darma, M. P. P., & Purnamasari, E. D. (2023). Analisis Potensi Unggulan Desa Pada Sektor Pertanian Yang Ada Di Desa Lubuk Enau Kecamatan Lembak. Jurnal Abdimas Mandiri, 7(2), 115–121. https://doi.org/10.36982/jam.v7i2.3239
Website Remi Desa Cengkir. (2024). Statistik Desa Cengkir. Website Remi Desa Cengkir. https://cengkir-bjn.desa.id/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright and License Statement
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is published under the terms of Creative Commons Attribution-Share Alike. According to the license under the Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
The copyright on each article belongs to the author. Users may freely read, print, copy and distribute the material/work in any form, media or format, provided that the author and Reswara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat are properly credited or cited. Authors are also allowed to post published articles on other website/database systems.
Authors are allowed to distribute the published article to colleagues, post it on an open website - non-commercial, reuse parts or extracts of the article in other works, and make text & data additions. However, authors are not allowed to send their manuscript to other scientific journals after it has been decided to be reviewed by reviewers at Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (RJPKM).
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International.







_copy.jpg)
.png)
