PENERAPAN BAMBU PADA FURNITUR DAN AKSESORIS INTERIOR SEBAGAI NILAI TAMBAH HOMESTAY DI DESA WISATA
DOI:
https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2673Kata Kunci:
Desa Wisata, Homestay Berbasis Masyarakat, Desain Interior, Furnitur Bambu, Produk UMKM DesaAbstrak
Homestay berbasis masyarakat di desa wisata saat ini menjadi salah satu fasilitas penunjang pariwisata yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi fasilitas pendukung yang unik bagi wisatawan dan pemasukan tambahan bagi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pariwisata lokal. Fasilitas di dalam homestay seperti elemen interior, furnitur dan aksesoris interior menjadi sangat penting untuk mendukung peningkatan pelayanan terhadap para wisatawan. Furnitur dan aksesoris interior khususnya, juga dapat dimanfaatkan untuk lebih memperkuat identitas lokal. Material bambu yang cukup melimpah di desa wisata juga diintegrasikan pada rancangan desain pada kegiatan pemberdayaan masyarakat ini untuk mendukung nilai tambah produk dan memberikan pengalaman nuansa alam yang khas pedesaan yang tak terlupakan bagi para wisatawan. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan tambahan terhadap fasilitas homestay yang dikelola masyarakat agar selain dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal khususnya aksesoris interior yang terdapat di dalam homestay juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian di desa wisata. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data, wawancara kepada mitra, melakukan proses desain dan pengembangan desain, membuat prototype, dan menyusun materi pelatihan bagi masyarakat desa. Selanjutnya dilakukan pelatihan untuk menambah wawasan terkait penerapan bambu dan interior homestay. Beberapa prototipe, foto dan paparan materi disampaikan kepada para peserta untuk mendukung pelatihan agar dapat lebih memperjelas pemahaman akan pentingnya memberikan nilai tambah bagi produk bambu. Luaran program ini merupakan pengenalan wawasan para peserta terhadap rancangan dan tata letak desain interior, furnitur dan aksesoris interior homestay. Peserta juga melakukan pelatihan membuat produk dari bambu dan produk yang terinspirasi dari kekhasan alam di desa. Semua peserta berhasil menyelesaikan materi pelatihan yang dapat bermanfaat untuk mendukung kebutuhan akan fasilitas homestay yang berdampak bagi keberlanjutan UMKM dan pariwisata di desa wisataReferensi
Buhalis, D. (2000). Marketing the Competitive Destination of the Future. Tourism Management, 21(1), 97–116. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0261-5177(99)00095-3
Gede Agung, A. A. (2016). Pengembangan Model Wisata Edukasi-Ekonomi Berbasis Industri Kreatif Berwawasan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2). https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v4i2.6380
Hannif Andy. (2020, October 7). Panduan Pengembangan Homestay Berbasis Masyarakat di Desa Wisata. ETICON. https://eticon.co.id/pengembangan-homestay-desa-wisata/
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2014). Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok Wisata. https://jdih.kemenparekraf.go.id/katalog-92-Peraturan%20Menteri
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan di Homestay/Pondok Wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. https://jdih.kemenparekraf.go.id/book-83-monografi
Kementrian Pariwisata, P. dan T. (1989). Keputusan Menteri Nomor KM.5/UM.209/MPPT-89 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sapta Pesona. https://jdih.kemenparekraf.go.id/katalog-593-Keputusan%20Menteri
Livia Kristianti. (2021, March 22). Menparekraf Sebut Desa Wisata Daya Tarik di Lima Bali Baru. Antara Kantor Berita Indonesia. https://www.antaranews.com/berita/2056814/menparekraf-sebut-desa-wisata-daya-tarik-di-lima-bali-baru
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/527
Septi Purwaningsih. (2022, July 19). Bambu: Jenis, Ciri-ciri dan Manfaatnya (Update 2022). Blog Lindungi Hutan. https://lindungihutan.com/blog/bambu/
Siska Wahyu Rahmawati, Sunarti, & Hakim, L. (2017). Penerapan SAPTA PESONA Pada Desa Wisata (Analisis Persepsi Wisatawan atas Layanan Penyedia Jasa di Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kota Batu). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol, 50(2). https://media.neliti.com/media/publications/187115-ID-penerapan-sapta-pesona-pada-desa-wisata.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Copyright and License Statement
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is published under the terms of Creative Commons Attribution-Share Alike. According to the license under the Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
The copyright on each article belongs to the author. Users may freely read, print, copy and distribute the material/work in any form, media or format, provided that the author and Reswara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat are properly credited or cited. Authors are also allowed to post published articles on other website/database systems.
Authors are allowed to distribute the published article to colleagues, post it on an open website - non-commercial, reuse parts or extracts of the article in other works, and make text & data additions. However, authors are not allowed to send their manuscript to other scientific journals after it has been decided to be reviewed by reviewers at Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (RJPKM).
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International.







_copy.jpg)
.png)
