SELA (SELF AWARENESS) CAMPAIGN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MENTAL REMAJA DI DESA PAYA BAKUNG
DOI:
https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i2.2560Keywords:
Kesehatan Mental, Kesadaran Diri, Remaja, EdukasiAbstract
Sejak pemberlakuan perubahan sistem edukasi selama pandemi covid 19, banyak dampak yang mempengaruhi kehidupan remaja khususnya pada kesehatan mental. Meskipun demikian, masih terdapat kurangnya perhatian akan hal tersebut khususnya dalam bidang pendidikan dimana masyarakat masih belum memahami pentingnya kesehatan mental di zaman sekarang. Terbentuknya SELA (Self Awareness) Campaign bertujuan untuk mengedukasi pentingnya edukasi kesadaran mental khususnya kepada remaja. Dalam pembahasannya, edukasi dan pemaparan informasi mengenai kesehatan mental sendiri tidak cukup untuk membuat remaja agar tertarik dan terdorong untuk mempelajarinya lebih lanjut. Dilihat dari keseluruhan permasalahan kesehatan mental remaja, dapat disimpulkan bahwa yang melatarbelakangi munculnya masalah kesehatan mental adalah kesadaran diri mereka yang kurang dalam mempelajari diri sendiri, dalam hal ini dikatakan dengan self awareness atau kesadaran diri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan edukasi konvensional yang interaktif, santai dan tidak invasif dalam upaya meningkatkan kesadaran mental remaja Desa Paya Bakung. Tahapan kegiatan mulai dari pemberian pretest posttest, psikoedukasi, pemaparan edukasi dan terakhir evaluasi berlangsung selama 3 bulan yang diawali oleh sosialisasi program dan koordinasi dengan pihak Desa Paya Bakung. Metode penyuluhan bersifat konvensional yang melibatkan pelaksana langsung dengan mitra. Pada hasil kegiatan yang dilaksanakan, adanya peningkatan kesadaran mental melalui pengukuran dengan pretest dan postest yang mengalami kenaikan rata-rata 29%. Hal ini menunjukkan keantusiasan dari peserta untuk memperoleh informasi dan memahami lebih dalam mengenai kesadaran mental.
References
Bak, W. (2014). Self-Standards and Self-Discrepancies. A Structural Model of Self-Knowledge. Current Psychology, 3(3), 155–173. https://doi.org/10.1007/s12144-013-9203-4
Giroux, D. & Geiss, E. (2019). Evaluating a Student-Led Mental Health Awareness Campaign. Psi Chi Journal of Psychological Research, 24(1), 61-66. https://doi.org/10.24839/2325-7342.
Ijadi-Maghsoodi, R., Bonnet, K., Feller, S., Nagaran, K., Puffer, M., & Kataoka, S. (2018). Voices from Minority Youth on Help-Seeking and Barriers to Mental Health Services: Partnering with School-Based Health Centers. Ethn Dis, 28(2), 437-444. https://doi: 10.18865/ed.28.S2.437.
Kaligis, F., Ismail, R. I., Wiguna, T., Sabarinah, Indriatmi, W., Gunardi, H., Pandia, V., & Magdalena, C. C. (2021). Mental health problems and needs among transitional-age youth in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(8), 4046. https://doi.org/10.3390/ijerph18084046
Patil, U., Kostareva, U., Hadley, M., Manganello J. A., Okan, O., Dadaczynski, K., Massey, P. M., Agner, J., & Sentell, T. (2021). Health Literacy, Digital Health Literacy, and COVID-19 Pandemic Attitudes and Behaviors in U.S. College Students: Implications for Interventions. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(6), 3301. https://doi.org/10.3390/ijerph18063301
Putri, A. W., Wibhawa, B., Gutama, A., S. (2015). Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan, Dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 147-300. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.13535
Rajkumar, E., Julia, G.J., Sri Lakshmi, K. NV., Ranjana, P.K., Manjima, M., Devi, R.R., Rukmini, D., Christina, G., Romate, J., Allen, J.G., Abraham, J., Jacob, A.M. (2022). Prevalence of mental health problems among rural adolescents in India: A systematic review and meta-analysis. Sci Rep. 12(1), 16573. https://doi: 10.1038/s41598-022-19731-2.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. Retrieved from https://dinkes.babelprov.go.id/sites/default/files/dokumen/bank_data/20181228%20-%20Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional-1.pdf
Sarfika, R., Effendi, N., Malini, H., & Edwin, A., N. (2021). Personal and Perceived Stigmas in Adolescents toward Peers with Mental Disorders in West Sumatra Indonesia. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 9(E), 1010–1016. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.6583
Sari, K.O., Ramdhani, N & Subandi. (2020). Kesehatan Mental di Era Digital: Peluang Pengembangan Layanan Profesional Psikolog. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 30(4), 337-348. https://doi.org/10.22435/mpk.v30i4.3311
UNICEF.(2021, October 21). The State of the World's Children 2021. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/state-worlds-children-2021
van den Toren, S. J., van Grieken, A., Lugtenberg, M., Boelens, M., & Raat, H. (2019). Adolescents’ Views on Seeking Help for Emotional and Behavioral Problems: A Focus Group Study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(1), 191. http://dx.doi.org/10.3390/ijerph17010191
Wahyuningsi, I., Andarini Sri, U., & Yulian, W. (2018). the Correlation Between Training and Experience With Self Efficacy, 8(1), 27–32. http://doi.org/10.25273/jta.v8i1.12362
Weeks, C., Hill, V., & Owen, C. (2017). Changing thoughts, changing practice: examining the delivery of a group CBT-based intervention in a school setting. Educational Psychology Practice, 33(1), 1–5. https://doi.org/10.1080/02667363.2016.1217400
World, H. O. (2023, Januari 3). Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation. Joint statement by WHO, UN, UNICEF, UNDP, UNESCO, UNAIDS, ITU, UN Global Pulse, and IFRC. Retrieved from https://www.who.int/news/item/23-09-2020-managing-the-covid-19-infodemicpromoting-healthy-behaviours-and-mitigating-the-harm-from misinformation-and-disinformation
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright and License Statement
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is published under the terms of Creative Commons Attribution-Share Alike. According to the license under the Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
The copyright on each article belongs to the author. Users may freely read, print, copy and distribute the material/work in any form, media or format, provided that the author and Reswara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat are properly credited or cited. Authors are also allowed to post published articles on other website/database systems.
Authors are allowed to distribute the published article to colleagues, post it on an open website - non-commercial, reuse parts or extracts of the article in other works, and make text & data additions. However, authors are not allowed to send their manuscript to other scientific journals after it has been decided to be reviewed by reviewers at Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (RJPKM).
Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International.







_copy.jpg)
.png)
