BATAS KONSTITUSIONAL FUNGSI PENGAWASAN KOMISI III DPR RI TERHADAP PROSES PERADILAN DALAM NOMOR PERKARA 155/PID.SUS-TPK/2025/PN MDN PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis batas konstitusional fungsi pengawasan Komisi III DPR RI terhadap proses peradilan dalam Nomor Perkara 155/Pid.Sus-TPK/2025/PN Mdn serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip independensi kekuasaan kehakiman berdasarkan perspektif hukum tata negara dan siyasah dusturiyah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, putusan, serta dokumen yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan Komisi III DPR RI merupakan kewenangan konstitusional dalam kerangka checks and balances, namun pelaksanaannya dibatasi oleh prinsip negara hukum, pemisahan kekuasaan, dan independensi kekuasaan kehakiman. Keterlibatan Komisi III DPR RI sebagai penjamin penangguhan penahanan A.C.S. tidak bertentangan secara eksplisit dengan hukum acara pidana, tetapi berpotensi melampaui batas konstitusional karena dapat menimbulkan persepsi adanya pengaruh politik terhadap proses peradilan serta mengurangi kepercayaan publik terhadap asas equality before the law. Dalam perspektif siyasah dusturiyah, tindakan tersebut dinilai kurang selaras dengan prinsip al-'adl, al-amānah, dan taḥdīd al-sulṭah. Penelitian ini menawarkan tiga parameter batas konstitusional pengawasan DPR, yaitu tidak memasuki perkara konkret, tidak memengaruhi independensi aparat penegak hukum, dan tetap menjamin persamaan setiap warga negara di hadapan hukum.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Qur’an Surah An-Nisā’ [4]: 58.
Abu Dawud. (t.t.). Sunan Abū Dāwūd (No. 3573).
Aharon Barak. (2006). The judge in a democracy. Princeton University Press.
Al-Māwardī. (1989). Al-Aḥkām al-sulṭāniyyah wa al-wilāyāt al-dīniyyah. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Asshiddiqie, J. (2019). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Asshiddiqie, J. (2020). Pengantar ilmu hukum tata negara (Jilid II). Rajawali Pers.
Asshiddiqie, J. (2020). Perihal undang-undang. Rajawali Pers.
Bakri, Z., Chaidir, E., Munaf, Y., & Akbar, A. (2021). Diskursus independensi kekuasaan kehakiman di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 15(1). https://doi.org/10.25299/konstitusi.2021.v15i1.9458
Cane, P. (2021). Administrative law (6th ed.). Oxford University Press.
Detiknews. (2026, March 30). Komisi III DPR jadi penjamin, minta penahanan Amsal Sitepu ditangguhkan.
Farihy, A., A.P., M. G., & Ansori, L. (2025). Political intervention in the independence of the Constitutional Court in Indonesia. Tanfizi: Journal of Islamic Constitutional and Political Law, 1(2). https://doi.org/10.30983/tanfizi.v1i2.10520
Ginsburg, T., & Huq, A. Z. (2018). How to save a constitutional democracy. University of Chicago Press.
Harahap, Y. (2016). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP: Penyidikan dan penuntutan (Edisi kedua). Sinar Grafika.
Hirschl, R. (2014). Comparative matters: The renaissance of comparative constitutional law. Oxford University Press.
Huda, N. (2023). Hukum tata negara Indonesia (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.
Iqbal, M. (2014). Fiqh siyasah: Kontekstualisasi doktrin politik Islam. Prenadamedia Group.
Indonesia. (t.th.). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Indonesia. (2014, amended 2019). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
Jimly Asshiddiqie. (2018). Perihal undang-undang. Rajawali Pers.
Manan, B. (2007). Kekuasaan kehakiman Indonesia dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. FH UII Press.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Montesquieu. (1949). The spirit of laws (T. Nugent, Trans.). Hafner Press. (Original work published 1748)
Saldi Isra. (2018). Pergeseran fungsi legislasi: Menguatnya model legislasi parlementer dalam sistem presidensial Indonesia. Rajawali Pers.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat (Ed. 1, Cet. 17). Rajawali Pers.
Tempo. (2026, March 30). Komisi III jadi penjamin penangguhan penahanan Amsal Sitepu.
Ulya, Z. (2021). Dilematisasi regulasi kelembagaan antar lembaga kekuasaan kehakiman ditinjau menurut konsep checks and balances. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(3), 337–360. https://doi.org/10.25216/jhp.10.3.2021.337-360
United Nations. (1985). Basic principles on the independence of the judiciary.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2002). The Bangalore principles of judicial conduct. United Nations.
United Nations Office on Drugs and Crime. (2007). Commentary on the Bangalore principles of judicial conduct. United Nations.
Vile, M. J. C. (1998). Constitutionalism and the separation of powers (2nd ed.). Liberty Fund.
Zaki Ulya. (2021). Dilematisasi regulasi kelembagaan antar lembaga kekuasaan kehakiman ditinjau menurut konsep checks and balances. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(3), 337–360. https://doi.org/10.25216/jhp.10.3.2021.337-360
DOI: https://doi.org/10.46576/lj.v7i1.9696
Article Metrics
Abstract view : 8 timesPDF – 1 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Law Jurnal
Law Jurnal Terindex pada:
Member Of :
Google Scholar Citation
Diterbitkan oleh :
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS DHARMAWANGSA
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Email : law_jurnal@dharmawangsa.ac.id
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














