LIVING LAW EUGEN EHRLICH DALAM KONFLIK MASYARAKAT ADAT TOBA DAN PT TOBA PULP LESTARI: ANALISIS SOCIO-LEGAL

Yoel Edward Hasugian

Abstract


Konflik antara Masyarakat Adat Toba dan PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) mencerminkan ketegangan mendasar antara hukum negara yang berlandaskan legalitas administratif dan hukum adat yang bersumber dari nilai spiritual, moral, dan ekologis. Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami pluralisme hukum Indonesia melalui lensa Living Law Eugen Ehrlich, yang menempatkan hukum sebagai norma sosial yang hidup di masyarakat. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana teori living law dapat menjelaskan sekaligus menilai dinamika penolakan masyarakat adat terhadap kebijakan dan praktik PT TPL, serta meninjau relevansinya dalam konteks hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan socio-legal dengan tipe kualitatif deskriptif, melalui studi kepustakaan sistematis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan bahan non-hukum, termasuk laporan NGO serta media kredibel. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atas data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori living law secara efektif menjelaskan resistensi masyarakat adat sebagai ekspresi legitimasi hukum sosial yang berakar pada norma-norma adat seperti Dalihan Na Tolu dan larangan menebang hutan keramat. Konflik PT TPL tidak sesederhana sengketa sumber daya, tetapi pertarungan legitimasi antara hukum negara dan hukum adat sebagai sistem normatif yang otonom. Temuan ini memperkuat konsep legal pluralism (Griffiths & Merry) bahwa hukum yang efektif adalah yang hidup di masyarakat. Kesimpulannya, pengakuan substantif terhadap living law menjadi kunci keadilan ekologis dan sosial bagi masyarakat adat. Penelitian ini merekomendasikan integrasi prinsip living law dalam kebijakan kehutanan serta pengembangan pendekatan partisipatif dan pluralistik dalam sistem hukum nasional.

Keywords


Living Law, Masyarakat Adat Toba, PT Toba Pulp Lestari, Legal Pluralism

Full Text:

PDF

References


Buku

Ehrlich, Eugen. (1936). Fundamental Principles of the Sociology of Law. Cambridge: Harvard University Press

Journal articles:

Aji, Z. A. A., & Wahyu, A, N. (2025). “Eksistensi Sosiologi Hukum pada Masyarakat Indonesia (Literature Review atas Teori Living Law Eugen Ehrlich)”. Jurisdische: Jurnal Penelitian Hukum, 2(3), 203–219.

Alfian, A., Kudussisara, K., Maimunah, N. S., & Susana, I. (2025). “Masyarakat Adat dan Toba PULP Lestari: Pemetaan Aktor dan Analisis Konflik Agraria”. Aceh Anthropological Journal, 9(1), 53–69. https://doi.org/10.29103/aaj.v9i1.20332

Andira, D. Y., Harahap, D. M., Damanik, V. B., & Sari, I. F. (2025). “Public Sentiment Analysis of the Agrarian Conflict between PT TPL and the Toba Simalungun Indigenous Community Using the SVM Method”. JOMLAI: Journal of Machine Learning and Artificial Intelligence, 4(3), 171–179. https://doi.org/10.55123/jomlai.v4i3.6116

Aurelia, A. (2025). “Gerakan Perlawanan terhadap Sengketa Tanah Adat melalui Politik Tubuh Perempuan”. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(1), 162–173. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4198

Griffiths, John. (1986). “What Is Legal Pluralism?”. The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55.

Hasibuan, R. P., & Harianja, M. (2025). “Sakralitas Relasi sebagai Respon Kegiatan Industri berdasarkan Konsep Human Ecological Triangle”. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 7(1), 370–383. https://doi.org/10.37364/jireh.v7i1.432

Manalu, M. F. J. (2024). “Factor Analysis of The Change in Attitude of Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Towards PT Toba Pulp Lestari (TPL) in Environmental Sustainability”. Jurnal Sosiologi Agama, 18(1), 33–54. https://doi.org/10.14421/jsa.2024.181-03

Merry, Sally Engle. (1988). “Legal Pluralism”. Law & Society Review, 22(5), 869–896.

Pound, R. (1910). “Law in Books and Law in Action”. American Law Review, 44, 12–36.

Rumapea, A. E., Hidayat-Sardini, N., & Manar, D. G. (2024). “Konflik Pemodal Besar Versus Masyarakat Adat (Studi Kasus: Pandumaan-Sipituhuta, Humbahas)”. Journal of Politic and Government Studies, 13(2), 428–441. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/43536/30863

Santoso, R, Y., & Valentina, D. (2023). “Kajian Pustaka Tentang Hukum Adat Sebagai Sumber Hukum Tidak Tertulis Dan Pengaruhnya Terhadap Tata Nilai Sosial”. Prosiding Seminar Nasional Indonesia, 3(1), 65–72.

Sekar, E, R. (2023). “Keterkaitan Sociological Jurisprudence terhadap Keberadaan Hukum Adat dalam Sistem Hukum Positif di Indonesia”. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(9), 853–859. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i09.650

Sigiro, T, R. (2025). “Pelanggaran Hak Masyarakat Adat Tanah Batak dalam Konflik Lingkungan dan Tanah Ulayat dengan PT Toba Pulp Lestari”.

Simanjuntak, F. L. (2024). “Legal Position of Rights to Traditional Land Owned by the Batak Toba Community in North Tapanuli Regency, Reviewed from the Perspective of Indonesian Positive Law”. Formosa Journal of Science and Technology, 3(12), 2879–2888. https://doi.org/10.55927/fjst.v3i12.12893

Simatupang, D. E. (2017). “Kearifan Lokal Dalihan Natolu Sebagai Bingkai Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan Kawasan Danau Toba”. Jurnal Kebudayaan, 12(2), 95–96. https://doi.org/10.24832/jk.v12i2.246

Susylawati, E. (2009). “Eksistensi hukum adat dalam sistem hukum di Indonesia”. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 4(1), 124–140. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v4i1.267

Tobing, F. (2022). “Sengketa Tanah Antara Masyarakat Adat Batak Dengan PT. Toba PULP Lestari Dan Pelanggaran Perbuatan-Perbuatan Yang Menciderai Aturan Kehutanan Di Wilayah Sumatera Utara”. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 2(2), 77–88.

World Wide Web:

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). (2020). Land Conflicts with PT. Toba Pulp Lestari (TPL), Security Authorities Arrest 31 Members of Pandumaan dan Sipituhuta Indigenous Community. Available online from: https://www.aman.or.id/news/read/Land%20conflicts%20with%20PT.%20Toba%20Pulp%20Lestari%20(TPL),%20Security%20Authorities%20Arrest%2031%20members%20of%20Pandumaan%20dan%20Sipituhuta%20Indigenous%20Community. [Accessed December 12, 2025].

Andriansyah, A. (2024). Menanti Keadilan untuk Tetua Adat Sorbatua Siallagan yang diduga Dikriminalisasi. Voa Indonesia. Available online from: https://www.voaindonesia.com/a/menanti-keadilan-untuk-tetua-adat-sorbatua-siallagan-yang-diduga-dikriminalisasi/7751168.html. [Accessed December 13, 2025].

Betahita. (2024). PT TPL Diduga Gusur Masyarakat Adat Natinggir di Tano Batak. Available online from: https://betahita.id/news/lipsus/11306/pt-tpl-diduga-gusur-masyarakat-adat-natinggir-di-tano-batak.html. [Accessed December 12, 2025].

Gunawan, A. (2022). Komnas HAM Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM TPL. AMAN. Available online from: https://aman.or.id/news/read/1342. [Accessed December 12, 2025].

Hidayat, M. (2025). Bentrok Berdarah Warga Sihaporas dan PT Toba Pulp Lestari. Tempo.co. Available online from: https://www.tempo.co/hukum/bentrok-berdarah-warga-sihaporas-dan-pt-toba-pulp-lestari-2072255. [Accessed December 13, 2025].

Hukumonline. (2021). Kerap Bentrok dengan Masyarakat Adat, Bamsoet Minta Pemerintah Cabut Izin Penggunaan Lahan PT Toba Pulp Lestari. Available online from: https://www.hukumonline.com/berita/a/kerap-bentrok-dengan-masyarakat-adat--bamsoet-minta-pemerintah-cabut-izin-pengunaan-lahan-pt-toba-pulp-lestari-lt60acd53028479. [Accessed December 12, 2025].

KontraS Sumut. (2023). Negara Melakukan Pembiaran dalam Konflik Masyarakat Adat dengan PT TPL. Available online from: https://kontrassumut.org/Negara-Melakukan-Pembiaran-dalam-Konflik-Masyarakat-Adat-dengan-PT-TPL. [Accessed December 12, 2025].

KSPPM & AMAN Tano Batak. (2023). KSPPM dan AMAN Tano Batak Menolak Kehadiran Earthworm Foundation, Konsultan PT Toba Pulp Lestari. Available online from: https://ksppm.org/2023/02/27/ksppm-dan-aman-tano-Batak-menolak-kehadiran-earthworm-foundation-konsultan-pt-toba-pulp-lestari. [Accessed December 12, 2025].

KSPPM. (2025). Dampak Kehadiran Industri PT Inti Indorayon Utama–PT Toba Pulp Lestari. Available online from: https://ksppm.org/2025/07/21/dampak-kehadiran-industri-pt-inti-indorayon-utama-pt-toba-pulp-lestari. [Accessed December 12, 2025].

Mongabay. (2021). Land Dispute Turns Violent as Sumatran Indigenous Groups Clash with Pulpwood Firm. Available online from: https://news.mongabay.com/2021/06/land-dispute-turns-violent-as-sumatran-indigenous-groups-clash-with-pulpwood-firm. [Accessed December 12, 2025].

Simanjuntak, M, T. (2022). Masyarakat Adat Tano Batak Ungkap Bukti Pelanggaran TPL ke Komnas HAM. AMAN. Diakses Available online from: https://www.aman.or.id/index.php/news/read/1389 [Accessed December 16, 2025].

Simanjuntak, M. (2024). Debat Pilkada Toba : Konflik Lahan Masyarakat Adat dengan Toba Pulp Lestari Menjadi Perhatian. AMAN. Available online from: https://www.aman.or.id/news/read/1966. [Accessed December 12, 2025].

Simanjuntak, S. P. (2025). Bona Pasogit yang Terluka: Investigasi Konflik TPL dan Masyarakat Adat Batak. Kompasiana. Available online from: https://www.kompasiana.com/samuellsimanjuntak9602/68d3bde234777c4fb8120e73/bona-pasogit-yang-terluka-investigasi-konflik-tpl-dan-masyarakat-adat-batak. [Accessed December 13, 2025]

Sinambela, D. B. (2025). An Endless Conflict: One Company’s Criminalization and Violence Against Indigenous Peoples in Indonesia. Earth Journalism Network. Available online from: https://earthjournalism.net/stories/an-endless-conflict-one-companys-criminalization-and-violence-against-indigenous-peoples-in [Accessed December 12, 2025].

The Jakarta Post. (2021). Bloody Clash in Natumingka Ignites Batak Groups to Rise Against Pulp Giant. Available online from: https://www.thejakartapost.com/life/2021/06/15/bloody-clash-in-natumingka-ignites-batak-groups-to-rise-against-pulp-giant.html. [Accessed December 12, 2025].

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2017). Menolak Kehadiran PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Wilayah Adat. Available online from: https://www.walhi.or.id/menolak-kehadiran-pt-toba-pulp-lestari-tpl-di-wilayah-adat. [Accessed December 12, 2025].




DOI: https://doi.org/10.46576/lj.v6i2.8184

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF – 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Law Jurnal

Law Jurnal Terindex pada:

     

Member Of :

Google Scholar Citation

 

Diterbitkan oleh :

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783  Fax. 061 6615190
Email : law_jurnal@dharmawangsa.ac.id

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.