RESILIENSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MINORITAS SEKSUAL DALAM MENGELOLA DISONANSI KOGNITIF / SOCIAL RESILIENCE AND INTERPERSONAL COMMUNICATION AMONG SEXUAL MINORITIES IN MANAGING COGNITIVE DISSONANCE
DOI:
https://doi.org/10.46576/jnm.v9i2.9638Kata Kunci:
Komunikasi Interpersonal, WhatsApp, ODHIV, Dukungan Sosial, Dakwah MuhammadiyahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelompok minoritas seksual, khususnya gay senior di wilayah kultural religious Cirebon, mengelola disonansi kognitif dan membangun resiliensi sosial melalui dinamika komunikasi interpersonal. Pendekatan kualitatif dengan tradisi fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman hidup dari tiga informan utama (gay berusia di atas 40 tahun) dan satu informan triangulasi dari lembaga advokasi PKBI Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan mematuhi protokol etika privasi secara ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disonansi kognitif akibat benturan dogma agama (Islam) dan hasrat orientasi seksual dikelola melalui kompartementalisasi psikologis, di mana informan memilih melepaskan atribut ritual ibadah sebagai mekanisme pertahanan diri. Analisis Dramaturgi dan Communication Privacy Management (CPM) mengungkapkan bahwa aplikasi kencan digital bertransformasi menjadi panggung belakang (back stage) yang memfasilitasi pergeseran kebutuhan dari pemuasan biologis menuju afeksi intimasi (cuddle) dan validasi emosional. Negosiasi identitas ini membuahkan resiliensi sosial yang tangguh, dibuktikan dengan kemampuan informan mengonversi kerentanan sosialnya menjadi empati intragrup saat bertugas sebagai agen edukasi kesehatan di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan disonansi batin dan optimalisasi ruang interaksi digital secara otonom mampu meredefinisi eksistensi minoritas seksual menjadi komunikator kesehatan masyarakat yang humanis dan memberdayakan.Referensi
Altman, I., dan Taylor, D. A. (1973). Social penetration: The development of interpersonal relationships. Holt, Rinehart dan Winston.
Arina, H. H., Tzri, M., dan Nurmala. (2023). Dukungan sosial virtual dalam komunitas online rahasia gadis. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 5(2), 115-127.
Azizah, S., Wiratri, A., dan Maulina, L. P. (2024). Dampak dan penerapan komunikasi interpersonal melalui media sosial. Buana Komunikasi: Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi, 5(1), 45-56.
Blumer, H. (1986). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.
Dini, K. S. (2023). Self disclosure pada pengguna platform media sosial tanya jawab Quora. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, 8(1), 1-18.
Djumadi, J., Fatimah A., G., dan Arman. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi Antiretroviral (ARV) pada pengidap HIV/AIDS di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar Tahun 2022. Journal of Muslim Community Health (JMCH), 4(1), 78-90.
Ennimay, I. S., dan Rachmawaty, M. N. (2024). Penurunan self-stigma pada ODHA dengan intervensi brief psychoeducation. Network Media: Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 790-818.
Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford University Press.
Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday Anchor Books.
Gregorius, A. M., Siswanto, dan Margaretha, S. S. U. (2026). Stigma sosial dan rekonstruksi identitas diri pada pengidap skizofernia: Kajian fenomenologis. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 6(1), 135-143.
Littlejohn, S. W., Foss, K. A., dan Oetzel, J. G. (2021). Theories of human communication (12th ed.). Waveland Press.
Mamat, A., Sitty, K. N. T. R., Ukhti, N. S. S., dan Iken, M. K. (2026). Penguatan kapasitas konselor sebaya, edukasi, dan dukungan psikososial berbasis komunitas HIV melalui platform VIDA digital. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban, 4(2), 264-275.
Manshur, M. I. (2024). Komunikasi persuasif antara konselor dan orang dengan HIV (ODHIV) dalam pelayanan VCT di Puskesmas Watubelah Cirebon. Jurnal Signal, 12(2), 118-227.
Peplau, H. E. (1991). Interpersonal relations in nursing: A conceptual frame of reference for psychodynamic nursing. Springer Publishing Company.
Petronio, S. (2002). Boundaries of privacy: Dialectics of disclosure. State University of New York Press.
Walther, J. B. (1996). Computer-mediated communication: Impersonal, interpersonal, and hyperpersonal perspectives. Communication Research, 23(1), 3-43.