ANALISIS PEMAKNAAN PEREMPUAN GENERASI Z TERHADAP KEKERASAN DALAM BERPACARAN: PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan Generasi Z memaknai kekerasan dalam hubungan berpacaran. Fenomena kekerasan dalam pacaran masih menjadi permasalahan yang sering terjadi pada perempuan muda, namun tidak semua bentuk kekerasan disadari sebagai perilaku yang berbahaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental. Informan penelitian terdiri dari tujuh perempuan Generasi Z yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik coding Corbin dan Strauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Generasi Z memaknai pacaran sebagai hubungan yang didasarkan pada cinta, komitmen, komunikasi, dan rasa aman. Namun, sebagian informan masih memaknai perilaku posesif, kontrol, dan kecemburuan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Penelitian menemukan enam tema utama, yaitu pemaknaan tentang hubungan berpacaran, pembatasan dalam pacaran, pengalaman kekerasan dalam pacaran, alasan bertahan dalam hubungan yang mengandung kekerasan, kekerasan tidak selalu dimaknai sebagai kekerasan, serta kekerasan dimaknai sebagai kontrol, manipulasi, dan kepemilikan. Selain itu, korban cenderung bertahan karena cinta, harapan pasangan akan berubah, ketergantungan emosional, dan ketakutan kehilangan pasangan. Berdasarkan perspektif Interaksionisme Simbolik, pemaknaan terhadap kekerasan dalam pacaran terbentuk melalui proses interaksi sosial dan interpretasi simbol-simbol yang muncul dalam hubungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa normalisasi terhadap perilaku posesif dan kontrol berpotensi membuat korban sulit mengenali kekerasan sejak tahap awal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai hubungan sehat dan kesadaran terhadap berbagai bentuk kekerasan dalam pacaran pada perempuan Generasi Z
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Amanda, N. Z. P., Umar, M. F. R., & Aditya, A. M. (2024). Dating Violence: Studi Pada Remaja Akhir Yang Pernah Mengalami Kekerasan dalam Pacaran Di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 222-228.
Bajari, A., & Kuswarno, E. (2020). Violent language in the environment of street children singer-beggars. Heliyon, 6(8).
Blumer, H. (1986). Symbolic interactionism: Perspective and method. Univ of California Press. CNBC Indonesia. (2024, 12 Agustus). Kasus kekerasan terhadap perempuan: Pacar jadi pelaku utama. CNBC Indonesia.
Costanty, I. E. (2023). Pengaruh Self Esteem terhadap Perilaku Dating Violence pada Dewasa Awal.
Derung, T. N. (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA-Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(1), 118-131.
Fadhila, S. N. (2025). Hubungan antara konsep diri dan kemampuan komunikasi interpersonal pada generasi z pengguna media sosial. Cognicia, 13(2), 150- 158.
Fathia, A. T. N. I., & Herawati, E. (2023). Proses dan Makna Pacaran di Kalangan Mahasiswa: Studi Fenomenologi. Umbara, 8(1), 29-38.
Fatmawati, E. (2022). Praktik Sosial Pemustaka Digital Natives: Dalam Bingkai Konsumerisme Ruang Perpustakaan. Deepublish.
Fristian, A. Y., Astuti, R. D., & Ahyani, L. N. (2022). Dating violence ditinjau dari kontrol diri dan insecure attacment pada remaja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(2), 412-422.
Griffin, E., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2019). A first look at communication theory (10th ed.).
McGraw-Hill Education.
Halik, H. (2024). Pendidikan sebagai Arena Simbolik: Telaah Konseptual Interaksionisme Simbolik George H. Mead. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah, 3(1), 27-41.
Hasibuan, J., Harahap, K., Rafiq, M., & Fikri, S. (2024). Interaksi Simbolik Tuan Guru Dalam Menarik Minat Jamaah Majelis Taklim Mengikuti Pengajian Al-Yusufiyah. Hikmah, 18(1), 65-82.
Jailani, M., & Nurasiah, N. (2021). Fenomena kekerasan dalam berpacaran. Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 1(1).
Kamil, R. (2023). Generasi Z, Pustakawan, dan Vita Activa Kepustakawanan. BACA: Jurnal Dokumentasi Dan Informasi, 25-34.
Khalisah, R., & Komalasari, S. (2025). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TOXIC RELATIONSHIP PADA GENERASI Z DI KAMPUS ISLAM. Jurnal EMPATI, 14(1), 94-101.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2024). Data kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2024 (SIMFONI PPA). SIMFONI PPA.
Laor, T., & Galily, Y. (2022). The iGeneration Relationship Dilemma: Social Media as a Double-Edged Sword in Romantic Interactions. Journal of Digital Media & Behavior, 14(3), 201-215 (p. 30).
Maria, A., & Sakti, H. (2021). Pengalaman laki-laki yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran (KDP): Sebuah interpretative phenomenological analysis. Jurnal Empati, 10(4), 240-247.
Maulida, W., & Rifayanti, R. (2022). Harga diri dengan pengungkapan diri pada wanita dewasa awal korban kekerasan dalam berpacaran. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(3), 558-565.
Orsley, J., & Simanjuntak, E. (2023). Hubungan antara Kecemburuan Romantis dengan Kepuasan Hubungan pada Emerging Adult yang Berpacaran.
Prameswari, F. H. K., & Nurchayati, N. (2021). Dinamika psikologis remaja perempuan korban kekerasan dalam pacaran yang memilih mempertahankan hubungan pacarannya. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 204-2017.
Prihandayani, V. S., & Yulianti, E. (2024). Interaksi Simbolik Hebert Blumer Pengguna Aplikasi Belanja Online Shopee (Studi Deskriptif Kualitatif Dalam Membangun Konsep Diri dan Perubahan Sikap Pada Ibu-Ibu Pondok Labu). Jurnal Adijaya Multidisplin, 2(02), 141-153.
Priporas, C. V., dkk. (2024). The Digital Native Paradox: Emotional Vulnerability and Social Sensitivity of Generation Z. Computers in Human Behavior, 150, 107-119 (p. 30).
Saraswati, L. A. (2020). Feminisme Digital: Identitas, Agensi, dan Gerakan Perempuan Generasi Z di Indonesia. Jakarta: Pustaka Obor.
Siregar, N. S. S. (2012). Kajian tentang interaksionisme simbolik. Perspektif, 1(2), 100-110. Tamu, Y., & Hussa, D. A. E. (2023). Komunikasi Antarpribadi Dalam Toxic Relationship
Pacaran Pada Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo. Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 63-81.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. New York: Atria Books.
Vanesa, Y., & Yuwanda, R. (2024). Gambaran Strategi Coping Pasca Pacaran pada Mahasiswa yang MengalamiKekerasan Seksual. Jurnal Riset Psikologi, 7(2), 65-71.
Wood, J. T. (2009). Gendered lives: Communication, gender, and culture (8th ed.). Wadsworth Cengage Learning.
Yusanto, Y. (2020). Ragam pendekatan penelitian kualitatif. Journal of scientific communication (jsc), 1(1).
Zahra, G. P., & Yanuvianti, M. (2019). Hubungan Antara Kekerasan Dalam Berpacaran (Dating Violence) dengan Self Esteem Pada Wanita Korban KDP Di Kota Bandung. Prosiding Psikologi ISSN, 2460, 6448.
Zanki, H. A. (2020). Teori psikologi dan sosial pendidikan (Teori interaksi simbolik). Scolae: Journal of Pedagogy, 3(2)
DOI: https://doi.org/10.46576/jnm.v9i2.9473
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF – 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Cindy Sinurat, Sunengsih Simatupang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media Terindex pada:
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media Berkolaborasi dengan:
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media published by :
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DHARMAWANGSA
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Surat Elektronik : network@dharmawangsa.ac.id
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media by Universitas Dharmawangsa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/junetmedia/index
11.jpg)








.gif)





