Manajemen Pakan pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaues vannamei) di CV Rejo Royal Vannamei Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v5i2.8497Keywords:
Litopenaeus vannamei, Manajemen Pakan, FCR, EPP, Pertumbuhan, Survival RateAbstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi dengan potensi pengembangan yang kompetitif. Pakan menjadi komponen utama dalam kegiatan budidaya karena menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi, sehingga pengelolaan pakan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan manajemen pakan pada fase pembesaran udang vaname di CV Rejo Royal Vannamei, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan observasi langsung terhadap praktik pemberian pakan yang meliputi jenis dan bentuk pakan, ukuran pakan, kandungan nutrisi, dosis pemberian, frekuensi pemberian pakan, teknik pengkayaan pakan, sistem penyimpanan, serta evaluasi efisiensi pakan melalui parameter Feed Conversion Ratio (FCR) dan Efisiensi Pemberian Pakan (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Average Body Weight (ABW) berkisar 12,22–12,95 g/ekor dengan Average Daily Growth (ADG) sebesar 0,12–0,31 g/hari. Ukuran udang berkisar 77–81 ekor/kg dengan biomassa 3.384–9.217 kg dan populasi akhir 264.014–440.399 ekor. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) berada pada kisaran 83,46–85,86%, sedangkan nilai FCR berkisar 1,22–1,39 dengan EPP sebesar 71,92–81,30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, mendukung pertumbuhan optimal, serta mempertahankan tingkat kelangsungan hidup udang selama periode pemeliharaan
References
Adriono, E., Somantri, M., & Suryono, C. A. (2022). Model prediksi jumlah pakan menggunakan algoritma evolusi pikiran–jaringan syaraf tiruan rambatan balik untuk budidaya udang. Jurnal Kelautan Tropis, 25(2), 266–278. https://doi.org/10.14710/jkt.v25i2.14256
Choeronawati, A. I., Prayitno, S. B., & Heruddin. (2019). Studi kelayakan budidaya tambak di lahan pesisir Kabupaten Purworejo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(1), 191–204.
Effendi, F. (2000). Budidaya udang putih. Penebar Swadaya.
Fuady, M. F., & Nitisupardjo, M. (2013). Pengaruh pengelolaan kualitas air terhadap tingkat kelulushidupan dan laju pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) di PT Indokor Bangun Desa, Yogyakarta. Management of Aquatic Resources Journal, 2(4), 155–162.
Ghufron, M., Lamid, M., Sari, P. D. W., & Suprapto. (2017). Teknik pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada tambak pendampingan PT Central Proteina Prima Tbk di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Journal of Aquaculture.
Hartini, S. S. (2019). Profitabilitas pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) teknologi intensif pada PT Segara Indah Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur. Laporan Penelitian, 1–40.
Iskandar, A., Wandanu, D., & Muslim. (2022). Teknik produksi pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei): Studi kasus di PT Dewi Laut Aquaculture Garut. Nekton, 1–13.
Khozin, A. (2013). Persepsi pemustaka tentang kinerja pustakawan pada layanan sirkulasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Manajemen, 30–39.
Khumaidi, A., Muqsith, A., Wafi, A., Jasila, I., & Hikam, T. (2022). Kajian teknik pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) secara intensif di tambak udang BPBAP Situbondo. Jurnal Perikanan Pantura, 5(2), 195. https://doi.org/10.30587/jpp.v5i2.4204
Kordi, K. M. G. H. (2010). Pakan udang. Akademi.
Mansyur, A., & Suwoyo, H. S. (2012). Pengaruh pergiliran pakan dengan kandungan protein berbeda terhadap pertumbuhan, sintasan, dan produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) semi-intensif. Dalam Prosiding IndoAqua: Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (hlm. 461–468).
Purnamasari, I., Purnama, D., & Utami, M. A. F. (2017). Pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vannamei) di tambak intensif. Jurnal Enggano, 2(1), 58–67.
Rachmatullah, S., Hari, N. H., Matsaini, M., & Rachman, A. F. (2023). Sistem informasi manajemen pakan dan monitoring kualitas air tambak pada budidaya udang vaname berbasis web. ILKOMNIKA: Journal of Computer Science and Applied Informatics, 5(1), 84–95.
Rahmawati, A., & Moulina, I. E. (2023). Tata kelola pemberian pakan pada pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di tambak udang CV Putra Cumi-Cumi. Biology Natural Resources Journal, 2(2), 80–84.
Ramadhan, R. R. (2016). Manajemen pakan pada pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di PT Surya Windu Kartika Desa Bomo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Skripsi. Universitas Airlangga.
Rika Widianita, D. (2023). Studi kasus rasio konversi pakan (FCR) di tambak intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) CV Sinar Limunga
Ritonga, L. B. R., Sudrajat, M. A., & Arifin, A. Z. (2021). Manajemen pakan pada pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di tambak intensif CV Bilangan Sejahtera Bersama. Chanos Chanos, 9(2), 187–197.
Rochman, A. N. (2016). Penerapan teknologi busmetik (budidaya udang skala mini empang plastik) pada pembesaran udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di UPT PBAP Bangil, Pasuruan.
Supono. (2018). Manajemen kualitas air untuk budidaya udang. CV Anugrah Utama Raharja.
Witoko, P., Purbosari, N., Noor, N. M., Puji, D., Barades, E., & Bokau, R. J. (2018). Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di keramba jaring apung laut. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 11(1), 410–418.
Zakaria, A. S. (2010). Manajemen pembesaran udang vaname di tambak udang binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan. Universitas Airlangga.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).



