Efektivitas Ekstrak Lempuyang (Zingiber Zerumbet) Sebagai Bahan Anestesi Terhadap Kelangsungan Hidup Benih Ikan Patin (Pangasianodon Hypophthalmus) Pada Transportasi Sistem Tertutup
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v5i2.7421Keywords:
Ekstrak Lempuyang, Ikan Patin, Kelangsungan Hidup, Tingkat Konsumsi OksigenAbstract
Ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan nilai komersial yang signifikan, sangat diminati masyarakat. Daging ikan patin memiliki kandungan protein sebesar 10,76%. Tujuan penelitian yaitu menentukan dosis ideal ekstrak lempuyang (Zingiber zerumbet) dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin pada transportasi sistem tertutup, serta untuk mengevaluasi efikasi ekstrak lempuyang sebagai anestetik dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup benih ikan patin selama proses transportasi sistem tertutup. Durasi penelitian ini adalah tujuh hari dengan menggunakan pendekatan eksperimental menggunakan RAL dengan empat perlakuan dan tiga replikasi. Dosis ekstrak lempuyang yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (5 ml), P2 (10 ml), dan P3 (15 ml). Setiap kantong plastik berisi sepuluh ekor ikan, dan perjalanan memakan waktu sembilan jam. Faktor-faktor yang dipantau meliputi durasi pemingsanan, tingkat kelangsungan hidup, waktu pemulihan, tingkat konsumsi oksigen, dan kualitas air. Perlakuan P0 (kontrol) memiliki tingkat konsumsi oksigen tertinggi yaitu 0,0020, sedangkan terapi P1 dengan dosis 5 ml memiliki tingkat kelangsungan hidup terbaik.References
Aini, M., M. Ali dan B. Putri. 2014. Penerapan Teknik Imotilisasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Menggunakan Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) pada Transportasi Basah. E-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. 2(2):217-225.
Arlanda R, Tarsim, Utomo DSC. 2018. Pengaruh pemberian ekstrak tembakau (Nicotiana tobacum) sebagai bahan anestesi terhadap kondisi hematologi ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Sains Teknologi Akuakultur. 2(2): 32-40.
Arliansyah, 2009. Perbedaan pengaruh pemberian propofol dan penthotal terhadap agregasi platelet. Jurnal Akuakultur Indonesia. 6(3):41-48.
Coyle, S.D., Robert. M.D., James HT. 2004. Anesthetics in Aquaculture. Southern Regional Aquaculture Centre: Kentucky State University Aquaculture Research Centre.
Daelami, D., 2001. Usaha Pembibitan Ikan Hias Air Tawar. Jakarta: Penebar Swadaya.
Dai, D. N., Thang, T. D., Chau, L. T. M., & Ogunwande, I. A. (2013). Chemical Constituents of the Root Essential Oils of Zingiber rubens Roxb., and Zingiber zerumbet (L.) Smith. American Journal of Plant Sciences, 04(01), 7–10.
Hassan, A., Ambak, M. A., & Samad, A. P. A. (2011). Crossbreeding of Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) and Pangasius nasutus (Bleeker, 1863) and their larval development. Journal of Sustainability Science and Management, 6(1), 28-35.
Hustiany, R. 2005. Karakteristik Produk Olahan Kerupuk dan Surimi dari Daging Ikan Patin (Pangasius Sutchi) Hasil Budidaya sebagai Sumber Protein Hewani. Media Gizi dan Keluarga. 29 (2): 66-74.
Khairuman dan Sudenda, D. 2002. Budidaya Patin Secara Intensif. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Kordi. 2013. Budidaya Ikan Konsumsi di Air Tawar. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Lily Publisher.
Naim, M., Ramadhan, M. R., Rachmayani, R., & Laga, A. (2023). Penggunaan Ekstrak Lempuyang (Zingiber zerumbet) sebagai Bahan Anestesi Alami dalam Transportasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Galung Tani, 10(2), 101-110.
Nan, F. H., Agus Putra, A. S., Margie, B., & Lee, M. C. (2015). The effects of Curcuma zedoaria and Zingiber zerumbet on non-specific immune responses of grouper Epinephelus coioides. Iranian Journal of Fisheries Sciences, 14(3), 598-611.
Neiffer DI, MA. Stamper. 2009. Fish Sedation, Anesthesia, Analgesia an Euthanasia:Considerations, Methods, and Types of drugs. Ilar journal. 50(4): 343-360
Nurlaela, I., Tahaperi, E., and Sularto., 2010. Pertumbuhan Ikan Patin Nasutus (Pangasius nasutus) Pada Padat Tebar Yang Berbeda. Prosiding. Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2010. Subang: Loka Riset dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar Sukamandi. 31-36.
Sahetapy, J. M. F. 2011. Toksisitas Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya Terhadap konsumsi Oksigen dan Respon Hematologi Juvenil Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Thesis. Bogor. Sekolah Pasca sarjana Institut Pertanian Bogor.
Samad, A. P. A., Santoso, U., Lee, M. C., & Nan, F. H. (2014). Effects of dietary katuk (Sauropus androgynus L. Merr.) on growth, non-specific immune and diseases resistance against Vibrio alginolyticus infection in grouper Epinephelus coioides. Fish & shellfish immunology, 36(2), 582-589.
Sani, N, S. Rachmawati, R dan Mahfud. 2012. Pengambilan Minyak Atsiri dari Melati dengan Metode Enfleurasi dan Ekstraksi Pelarut Menguap. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Jurnal Teknik Pomits Vol. 1, No. 1, (1-4).
Saskia Y. E, Harpeni T, Kadarini. 2013. Toksisitas dan Kemampuan Anestetik Minyak Cengkeh (Sygnium aromaticum) Terhadap Benih Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incises). Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan. 2(1);83-84.
Subagja. 2009. Bioindikator Kualitas Air. Universitas Trisakti. Jakarta.
Sulaiman, M.R., Zakaria, Z.A., & Lajis, N. (2021). Pharmacological Activities of zerumbone: A review. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021, Article ID 8863619.
Tahe, S. 2008. Penggunaan Phenoxyethanol Suhu Dingin dan Kombibasi Suhu Dingin dan Phenoxyethanol dalam Pembiusan Bandeng Umpan. Jurnal Medis Akuakultur, (3) 2:7-9.
Widyastiwi, W., & Roseno, M. (2022). Anxiolytic activity of ethanolic extract of three species of Indonesian Lempuyang (Zingiber zerumbet, Zingiber aromaticum, and Zingiber americans). Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(A), 695-701
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).



