Potensi Penggunaan Fermentasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Bahan Baku Pakan Benih Ikan Mujair (Oreochromis Mossambius)
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v4i2.6630Keywords:
Budidaya, Ikan, air tawar, Fermentasi, PakanAbstract
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bersifat omnivora atau memakan berbagai jenis makanan. Pakan memegang peranan penting sebagai sumber nutrisi yang mendukung pertumbuhan ikan. Salah satu bahan pakan lokal yang memiliki potensi sebagai bahan baku pakan adalah daun kelor. Daun ini dikenal kaya akan nutrisi, namun juga mengandung senyawa anti-nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan ikan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, dilakukan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan tepung daun kelor fermentasi (Moringa oleifera) sebagai bahan pakan untuk benih ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Penelitian berlangsung selama bulan September hingga Oktober 2021, dengan menggunakan benih ikan mujair berukuran 6–8 cm. Dosis tepung daun kelor fermentasi yang digunakan adalah P1 (0%), P2 (10%), P3 (15%), dan P4 (20%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik untuk peningkatan bobot mutlak adalah P4 (3,03 gram), pertambahan panjang mutlak tertinggi pada P3 (1,33 cm), laju pertumbuhan harian tertinggi pada P4 (3,68% per hari), rasio konversi pakan terbaik juga pada P4 (3,53), dan tingkat kelangsungan hidup ikan berada pada kisaran 93,33% hingga 96,67%
References
Fuglie, L.J. 2002. The Miracle Tree Moringa oleifera: Natural Nutrition for The Tropic Church world Service. Dakar. Senegal.
Ghufran, H. dan Kordi, K. 2018. Panduan lengkap memelihara ikan air tawar di kolam terpal. Yogyakarta. Gramedia.
Handayani. 2006. Pemanfaatan Tepung Azola Sebagai Penyusun Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan dan Daya Cerna Ikan Nila Gift (Oreochromis sp). Jurnal Penelitian Gamma. 1 (1).
Karim, M.F., Abidin, Z., Ilmi, U. 2020. Prototipe Monitoring Kadar Keasaman Air, Suhu Air Dan Pemberian Pakan Otomatis Pada Tambak Ikan Mujair Berbasis Mikrokontroller. SinarFe7, 3: 41-46.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2012. Ikan air tawar langka. Jakarta.
Kordi, M. G. H. 2010. Panduan lengkap memelihara ikan air tawar di kolam terpal. Yogyakarta. Lily Publisher.
Kurniawan, D. Indra, S. Adelina. 2019. Pengaruh Pemberian Fermentasi Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy). Jurnal Perikanan dan Kelautan. 24(1). 1-9.
Mashuri, Sumarjan, dan Abidin Z. 2012. Pengaruh Jenis Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus albus zuieuw). Jurnal Penelitian. Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
Murjani, A. 2011. Budidaya beberapa varietas ikan sepat rawa (Trichogaster trichopterus pall) dengan pemberian pakan komersial. Jurnal Fish Scientiae.1(2): 214-233.
Ombong, F., Salindeho, I.R. 2016. Aplikasi Teknologi Bioflok (BFT) Pada Kultur Ikan Nila (Oreochromis niloticus). E-Journal Budidaya Perairan.
Schmittows, H. R. 1992.Budidaya Kerarmba Ikan di Suatu Metode Produksi Indonesia. Proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Auburn University Centre of Agriculture.
Tamburaka, T. W. 2001. Pengaruh Dosis Vitamin C pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy lac.). Skripsi Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo. Kendari.
Yanti, Z. Muchlisin. Sugito. 2013. Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada beberapa Konsentrasi Tepung Daun Jaloh (Salix tetrasperma) dalam Pakan. Depik. 2(1): 16-19
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




