ANALISIS SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP NELAYAN TERHADAP TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN DI PELABUHAN PERIKANAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v3i1.3245Keywords:
Keramahan Lingkungan, Selektivitas, Alat TangkapAbstract
Kegiatan penangkapan merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang dapat mengancam kepunahan sumberdaya perairan maka perlu suatu pengelolaan sumberdaya perikanan agar ekosistem perairan tersebut tetap terus terjaga. Pengelolaan sumberdaya ikan dapat dilakukan dengan penetapan ukuran layak tangkap dan selektivitas alat tangkap yang digunakan. Selektivitas alat tangkap yang digunakan sangat penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, selain itu aspek biologi, ekonomi dan kelestarian sumberdaya merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam eksploitasi sumberdaya ikan. Nelayan di Tanjung Tiram masih menggunakan alat tangkap ikan yang selektif dimana dalam pengoperasian alat tangkap ikan nelayan tersebut masih dapat menangkap ikan dalam skala jumlah yang banyak, sedangkan berdasarkan penilaian tingkat keramahanan lingkungan berada pada nilai 30,76 pada nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat keramahan lingkungan tergolong kurang ramah lingkungan, hal ini diperkuat karena adanya aktivitas penangkapan dengan menggunakan alat tangkap kerang yang menggunakan kapal atau biasa disebut “tangker” dimana dalam pengoperasiannya hampir merusak ekosistem yang ada dan menjadi pusat konflik dikehidupan nelayan di Tanjung Tiram.
References
Aisyaroh, M., & Zainuri, M. (2021). Selektivitas Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse seine) Di Perairan Pasongsongan Sumenep. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 5(3). https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.13
Anggreini, A. P., Astuti, S. S., Miftahudin, I., Novita, P. I., & Wiadnya, D. G. R. (2017). Uji Selektivitas Alat Tangkap Gillnet Millenium Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger Brachysoma). JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 1(1), 24-30. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.5
Depmen, K. P. (2006). Panduan Jenis-Jenis Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan. PT. Bina Marina Nusantara.http://coremap.or.id/downloads/Manual-PENANGKAPAN_Ramah.pdf
FAO (Food and Agriculture Organization). (1995). Code Of Conduct For Responsible Fisheries. FAO. Rome, Italy. 41P https://nicholasinstitute.duke.edu/sites/default/files/coral-reef-policies/FAO_CCRF.pdf
Firdaus, I., Fitri, A.D.P., Sardiyatmo, & Kurohman, F. (2017). Analisis Alat Penangkap Ikan Berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kendal. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology. 13(1):65-74. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/16831
Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Batu Bara No. 46 Tahun 2009 Tentang “Perizinan Usaha Perikanan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/71564/perda-kab-batubara-no-46-tahun-2009
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 18 Tahun 2021 tentang “ penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara republik Indonesia dan laut lepas serta penataan andon penangkapan ikan. https://kkp.go.id/an-component/media
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2/Permen-KP/2015. Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Twawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia. Jakarta. https://jdih.kkp.go.id/peraturan/3-2-1-rpermen.pdf
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 59/PERMEN-KP/2020 tentang jalur penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara republik indonesia dan laut lepas. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/159488/permen-kkp-no-59permen-kp2020-tahun-2020
Pramesthy, T. D., Mardiah, R. S., Shalichaty, S. F., Arkham, M. N., Haris, R. B. K., Kelana, P. P., & Djunaidi, D. (2020). Analisis Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Berdasarkan Kode Etik Tatalaksana Perikanan Bertanggung Jawab di Perairan Kota Dumai. Aurelia Journal, 1(2),103-112.http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/aureliajournal/article/view/8951
Shabrina, N., Supriadi, D., Gumilar, I., & Khan, A. M. (2021). Selektivitas alat tangkap terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di perairan Gebang Mekar, Cirebon. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap, 13(1), 23-32. http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal/article/view/8944
Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 84 Ayat (1)
Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang atas perubahan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan 13
Warsa, A., Sentosa, A. A., & Astuti, L. P. (2021). Pengelolaan Sumber Daya Ikan Corencang (Cyclocheilichthys apogon) Berdasarkan Aspek Biologi Ikan dan Selektivitas Alat Tangkap. Limnotek: perairan darat tropis di Indonesia, 28(1). https://limnotek.limnologi.lipi.go.id/index.php/limnotek/article/view/313
Wiyono, E. S. (2009). Selektifitas spesies alat tangkap garuk di Cirebon Jawa Barat. Jurnal Bumi Lestari, 9(1), 601-605. https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/618
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




