Struktur Komunitas Dan Indeks Fisiologis Ikan Sebagai Indikator Kondisi Ekosistem Perairan Pasir Pengaraian Riau
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v5i2.8616Kata Kunci:
Ikan Air Tawar, Keanekaragaman, Struktur Komunitas, RiauAbstrak
Perairan umum Pasir Pengaraian Riau merupakan habitat penting bagi ikan air tawar serta berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan kondisi fisiologis ikan di perairan Pasir Pengaraian. Struktur komunitas dianalisis menggunakan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C), sedangkan kondisi fqisiologis dievaluasi melalui Viscerosomatic Index (VSI) dan Hepatosomatic Index (HSI). Identifikasi ikan dilakukan berdasarkan karakteristik morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 961 individu yang terdiri atas 30 spesies dari 11 famili, dengan famili Cyprinidae sebagai kelompok dominan, khususnya genus Labiobarbus dan Barbonymus. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,75 menunjukkan keanekaragaman sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,81 menunjukkan komunitas yang relatif stabil, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,09 menunjukkan tingkat dominansi yang rendah. Nilai VSI berkisar antara 0,93–12,38, sedangkan HSI berkisar antara 0,01–4,76. Selain itu, nilai faktor kondisi (FK) ikan berkisar antara 0,07– 4,65, yang menunjukkan variasi kondisi tubuh dan status energi antarspesies. Secara umum, perairan Pasir Pengaraian masih mampu mendukung komunitas ikan yang beragam dan relatif stabil. Integrasi analisis komunitas dan fisiologis memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekosistem serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan air tawar secara berkelanjutanReferensi
Agus, P. A. S., Afrah, J., & Navia, Z. I. (2024). Keanekaragaman spesies ikan air tawar di Provinsi Aceh ekosistem, ancaman, dan konservasi: buku referensi.
Aprilia, K., AS, A. P., & Rosmaiti, R. (2023). Studi keanekaragaman jenis ikan di sungai mati Alur Cucur Aceh Tamiang. Jurnal Perikanan Unram, 13(1), 72-80. http://doi.org/10.29303/jp.v13i1.433
Fazillah, N., AS, A.P., dan Isma, M.F., 2022. Beberapa aspek biologi ikan sembilang (Plotosus canius) di perairan Langsa. Journal of Fisheries and Marine Research, 6 (1), 66-73. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.8
Igejongbo, T. F., and Esther, O., 2022. Gut content and viscerosomatic index analysis of family Clariidae in the riverine area of south western Nigeria. East African Scholars Journal of Agriculture and Life Science, 5 (3), 53-59. 10.36349/easjals.2022.v05i03.001
Lima, R.G.de, S.F., Soares, B.E., Cadotte, M., and Albrecht, M.P., 2025. Freshwater fish functional diversity shows diverse responses to human activities, but consistently declines in the tropics. Ecography e07746. https://doi.org/10.1002/ecog.07746
Magurran, A. E. (2004). Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing, Oxford.
Niu, S.Q., and Knouft, J.H., 2017. Hydrologic characteristics, food resource abundance, and spatial variation in stream assemblages. Ecohydrology, 10 (1), 10:e1770 https://doi.org/10.1002/eco.1770
Oktavian, R., Nabila, A. A., Sefni, H., Irwan, E., Azwin, A., and Edward, B. 2025. Biodiversity of Fish Inhabit Aquatic Ecosystem in Senepis Peat Forest, Riau, Indonesia. International Journal of Peatland Research and Innovation, 1 (1), 34-43
Prianto, E., Jhonnerie, R., Oktorini, Y., & El Fajri, N.U.R. (2024). Assessing fishery management models in the Kampar River, Riau Province, Indonesia, using Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) tool. Biodiversitas: Journal of Biological Diversity, 25(11), 4581-4592. 0.13057/biodiv/d251157
Purnama A. A., and Yolanda R., 2016. Diversity of freshwater fish (Pisces) in Kumu River, Rokan Hulu District, Riau Province, Indonesia. AACL Bioflux 9(4):785-789.
Putri, S. R., Fitria, A., dan Rahmadani, D. 2021. Indeks keanekaragaman ikan di perairan Kampar Kiri, Riau. Jurnal Biologi Tropis, 21(2), 87–94.
Roxo, F.F., Silva, G.S.C., Ochoa, L.E., and Oliveira, C. 2015. Description of a new genus and three new species of Otothyrinae (Siluriformes, Loricariidae). ZooKeys, 534, 103-134. https://doi.org/10.3897/zookeys.534.6169
Rusdianto, R., Haryono, H., Gustiano, R., Wahyudewantoro, G., Hidayatullah, I., & Anggorowati Rahayu, D. (2025, January). Fish biodiversity in the Kampar watershed: an overview of the potential, threats, and management strategies. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1438 (1), 012034). 10.1088/1755-1315/1438/1/012034
Samad, A.P.A., Navia, Z. I., and Junita, A. 2024. Diversity of potential and endemic freshwater fishes in Aceh Tamiang. In BIO Web of Conferences. EDP Sciences 87, 03006. https://doi.org/10.1051/bioconf/20248703006
Samad, A.P.A., Navia, Z.I., Junita, A., and Syahrial, S. 2025. Morphometric and meristic variations of Java Barb (Barbonymus gonionotus) in six districts of Aceh Province, Indonesia. Egyptian Journal of Aquatic Resource, 51 (1), 81-90. https://doi.org/10.1016/j.ejar.2024.12.004
Santos, J.A., Marcia, S.I., Claudemir, M.S., Eliana, M.G., Klebert, F.S., Valmir, A.T., and Andréa, B. 2017. Temporal distribution and early development of Moenkausia cf. gracilima (Lucena & Soares, 2016) (Osteichthyes, Characidae) in the upper Paraná River, Brazil. Acta Limnology Brasilia 29, e109. https://doi.org/10.1590/S2179-975X10116
Tamara, R., Barus, T.A., dan Wahyuningsih, W. 2022. Analisis kualitas air danau Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Jurnal Serambi Engineering, 7 (4), 4159-4167. 10.32672/jse.v7i4.4972
Wei, L. S., Rahim, M.S.A.A., Hooi, K.Y., Khoo, M.I., Nor, A.M., and Wee, W. 2024. Comparative analysis of growth and health of juvenile African catfish (Clarias gariepinus) fed with different starch diets. Heliyon, 10 (7), e28224. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e28224
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




