Pemanfaatan Tepung Daun Singkong (Manihot Utilissima) Terfermentasi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Benih Ikan Batak (Tor Soro)
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v4i1.5847Kata Kunci:
Benih, Daun Singkong, Fermentasi, Ikan Batak, Pakan, Tor soroAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun singkong (Manihot utilissima) terfermentasi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan batak (Tor soro). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023 di Unit Pembenihan Rakyat Pusat Pelatihan Manidri Kelautan dan Perikanan (UPR P2MKP) Amphibi Desa Padang Lancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap), 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu pelet 100% sebagai kontrol, penambahan tepung daun singkong terfermentasi sebanyak 10%, 15% dan 20%. Ikan yang digunakan sebanyak 180 ekor dengan berat ikan (3-4 g, 6-7 cm). Hasil penelitian didapatkan bahwa pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak tertinggi pada perlakuan P0 (1,87 g; 1,59 cm) dan terendah pada perlakuan P3 (1,14 g; 0,87 cm). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan P0 yaitu 4,6% dan terendah pada perlakuan P3 yaitu 2,8%. Kelulushidupan benih ikan batak tertinggi pada perlakuan P0 yaitu 93% dan terendah pada perlakuan P3 yaitu 84%. Pengukuran kualitas air suhu rata-rata yaitu 24,9-27,2°C. Nilai pH berkisar 6,9-7,2. Nilai DO berkisar 6,8-7,2 mg/l.Referensi
Afrianto, dan Liviawaty, E., 2005. Pakan Ikan.Kanisius.Yogyakarta.
Amarwati, Subandiyono dan Pinandyono. 2015. Pemanfaatan Tepung Daun Singkong (Manihot utilissima) yang Difermentasi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis nilaticus). [Skripsi]. Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Semarang.
Badan Pusat Statistika [BPS]. 2013. Statistik Daerah Tapanuli Selatan 2013.
Amri, M. C., Mulyani, dan Eva, A. 2018. Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing (bekas cacing) yang Di Fermentasi dengan Dosis yang Berbeda Dalam Kultur Spirulina sp. Acta Aquatic: Aquatic Sciences Journal, 5(1), 30-35.
Barus, T. A. 2016. Potensi Sumberdaya Perairan Daratan di Sumatera Utara dan Pengelolaannya (Studi Kasus/ : Danau Toba dan Sungai Asahan).
Central Protein Prima [CPP]. 2023. 781. https://www.cpp.co.id/our-business/feed-business/fish-feed/fish-feed-products/781. [18 September 2023].
Effendi, H. 1997. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Kanisius, Yogyakarta. 259 hlm.
Handajani, 2007. Optimalisasi Subtitusi Tepung Azolla Terfermentasi pada Pakan Ikan untuk Meningkatkan Produksi Ikan Nila Gift. Jurnal Teknik Industri, 12 (2) : 177-181.
Halver, J.E. and Hardy, R.W. 2002. Fish nutrition. Third edition. London: Academic Press, 823 pp.
Harris, E. 2010. Peningkatan Efisiensi Pakan dan Konversi Limbah Budidaya Ikan Menjadi Produk Ekonomis. Jurnal Akuakultur Indonesia.Vol.9 (2) : 196- 205.
Haryono, A., Tjakrawaidjaja dan G. Wahyudewantoro. 2009. Proses Domestikasi dan Reproduksi Ikan Tambra yang Telah Langka Menuju Budidayanya. Pusat Penelitian Biologi. LIPI Press, hlm. 2-15.
Kardana, Danu., Kiki H., Ujang S. 2012. Efektivitas Penambahan Tepung Magot dalam Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum).Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3 (4) : 177-184.
Listiowati, E. dan T. B. Pramono. 2014. Potensi Pemanfaatan Daun Singkong (Manihot utilissima) Terfermentasi Sebagai Bahan Pakan Ikan Nila (Oreochromis sp). Jurnal Berkala Perikanan Terubuk. Vol. 42. No. 3. 63-70 hlm.
Merantica, W., 2007. Pemanfaatan Meat and Bone Meal (MBM) Sebagai Penganti Tepung Ikan pada Pakan Ikan Nila. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Muthmainna., S. M. Sabang dan Supriadi. 2016. Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Protein dari Tempe Biji Buah Lamtoro Gung (Leucaena Leucocephala). J.akad. Kim. 5(1): 50-54.
Putranti, G. P., Subandiyono dan Pinandoyo. 2015. Pengaruh Protein dan Energi yang Berbeda pada Pakan Buatan Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal of aquaculture management and technology. Vol 4, No. 3, Hal. 38-45.
Putri, D. R, Agustono, Sri S. 2012. Kandungan Bahan Kering, Serat Kasar dan Protein Kasar Pada Daun Lamtoro (Lucaena gluca) yang difermentasikan dengan probiotik sebagai Bahan Pakan Ikan. Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Erlangga Surabaya. 4 (2): 161-167
Radona, D., Subagja, J., dan Arifin, O. Z. 2015. Karakterisasi Reproduksi Induk dan Pertumbuhan Benih Ikan Tor Hasil Persilangan Tor Soro dan Tor Douronensis Secara Resiprokal. J. Ris. Akuakultur, 10(3), 335-343.
Simanjuntak, C. 2012. Keragaman dan Distribusi Spasio-Temporal Iktiofauna Sungai Asahan Bagian Hulu dan Anak Sungainya. Prosiding Seminar Nasional Ikan VII, 7, 43–60.
Sirait H., 2013. Analisis Kandungan Logam Berat pada Beberapa Jenis Ikan di Sungai Batang Toru, Aek Pahu Tombak dan Aek Pahu Hutamosu Kab. Tapanuli Selatan. [Tesis] Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Suarez, M. D., A Sanz, J. Bazoco, dan M. G. Gallego. 2002. Metabolic Effects of Changes in the Dietary Protein: Carbohydrate Ratio in Eel (Angilla anguilla) and Trout (Oncorhynchus mykiss). Aquaculture International. 10(3): 143±156.
Sutikno, E., 2011. Pembuatan Pakan Buatan Ikan Bandeng. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau. Jepara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




