Keanekaragaman Ikan Pada Habitat Ikan Cempedik (Osteochilus Spilurus) Di Perairan Simpang Rimba, Bangka Selatan
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v4i1.5312Kata Kunci:
Ekologi, Ikhtiofauna, Ikan Cempedik, Kualitas AirAbstrak
Bangka Selatan memiliki potensi ikhtiofauna yang cukup tinggi karena terdapat 21 sungai sekunder yang tersebar di 5 kecamatan. Ikan Cempedik merupakan salah satu ikan endemik di pulau bangka. Namun banyaknya pembukaan lahan sebagai perkebunan dan pertambangan mengakibatkan rusaknya ekosistem perairan habitat ikan ini. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2024, pengambilan sampel dilakukan di Desa Simpang Rimba, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis ikan yang hidup berdampingan dengan ikan Cempedik. Berdasarkan data hasil eksplorasi ikan yang didapatkan dihabitat ikan Cempedik, diperoleh 10 jenis ikan yang terdiri 10 spesies dari 5 famili. Kualitas air perairan pada pH 4,84, Suhu 28,7°C dan Do 4,6 mg/l.Referensi
Al Idrus, A., Ilhamdi, M. L., Hadiprayitno, G., & Mertha, G. (2018). Sosialisasi peran dan fungsi mangrove pada masyarakat di kawasan Gili Sulat Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 1(1).
[BPSI] Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.2015. Laporan Pemantauan Kualitas Air Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2015. Pangkal Pinang.
Fakhrurrozi, Y., Kurniawan, A., & Kurniawan, A. (2016). Pengembangan potensi Ikan Cempedik di Belitung Timur: Suatu pendekatan biologis dan etnobiologi. Scripta Biologica, 3(4).
Jenkins, A. P., & Jupiter, S. D. (2011). Spatial and seasonal patterns in freshwater ichthyofaunal communities of a tropical high island in Fiji. Environmental Biology of Fishes, 91, 261-274.
Jones III, E. D., Helfman, G. S., Harper, J. O., & Bolstad, P. V. (1999). Effects of riparianforest removal on fish assemblages in southern Appalachian streams. Conservationbiology, 13(6), 1454-1465.
Khanati, O., Lista, D., Lindiatika, L., Lestari, E., Hafidz, A. M., Hidayat, R., ... & Kurniawan, A. (2023). Iktiofauna Eksotik Di Tebat Rasau, Belitung Timur. Journal of Aquatropica Asia, 8(1), 45-54.
Khanati, O., Lista, D., Lindiatika, L., & Syarif, A. F. (2024). Bioecology of Wild Betta Fish (Betta schalleri) of Bangka Island Waters. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands, 13(2).
Kottelat, M., Whitten, A. J., Kartikasari, S. N., & Wirjoatmodjo, S. (1993). Ikan air tawar Indonesia Barat dan Sulawesi. Periplus Edition, 291.
Kurniawan, A., Pi, S., Kurniawan, A., Pi, S., & Fakhrurrozi, Y. (2018). Monograf Cempedik: Entitas ikan pulau belitung.
Lindiatika, L., Khanati, O., Lista, D., & Syarif, A. F. (2024). FISH DIVERSITY IN Betta schalleri HABITAT IN THE WATERS OF JADA BAHRIN, BANGKA REGENCY. Amreta Meena, 32-36.
Muslih, K., Adiwilaga, E. M., & Adiwibowo, S. (2014). Karakteristik habitat dan keanekaragaman ikan air tawar Sungai Menduk yang mendapat pengaruh penambangan timah di Kabupaten Bangka. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 8(2), 17-23.
Ng PKL & Kottelat M. (1994). Revision of the Betta waseri Group (Teleostei: Belontiidae). Raffles Bulletin of Zoology, 42: 593–611.
Pepayocha, E., Kurniawan, A., Pi, S., & Bidayani, E. (2022). Komparasi usaha pembesaran ikan nila di kolam tanah dan keramba jaring apung pada kolong tambang timah: studi kasus di Desa Air Mesu Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Journal of Aquatropica Asia, 7(1), 12-18.
Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.
Setiawan, J., Kurniawan, A., Sari, S. P., Kurniawan, A., & Fakhrurrozi, Y. (2018). Phytoplankton in habitates of Cempedic fish (Osteochilus spilurus) in Lenggang river, East Belitung. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 9(2), 455.
Suryarbrata. (1998). Metodologi Penelitian.Cv. Rajawali Press. Jakarta.
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




