ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Vibrio parahaemolyticus PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS

Toibbullah Siregar, Bambang Hendra Siswoyo, Emmy Syafitri

Abstract


Penelitian ini bertujuan sebagai informasi yang berkaitan dengan isolasi identifikasi Vibrio parahaemolyticus yang dilakukan sebagai langkah dalam menjamin keamanan pangan hasil perikanan sehingga aman untuk di konsumsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode ISO/TS 21872-1:2007 langkah yang dilakukan yaitu pre enrichment dengan menggunakan sampel sebanyak 25gram yang dilarutkan dengan menggunakan alkaline saline peptone water 225ml, lalu diinkubasi selama 6jam dengan suhu 41,50C sedangkan untuk sampel segar memerlukan waktu±1 jam, selanjutnya enrichment dengan suhu 41,5 0C selama 18 jam ± 1 jam, selanjutnya dilakukan isolasi serta identifikasi dengan menggunakan media Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS), lau dilakukan inkubasi pada suhu 37 0C selama 24 jam ± 3 jam, setelah itu dilakukan pengamatan dengan ciri-ciri koloni pada V. parahaemolyticus lembut warna hijau (sukrosa negatif) dengan diameter 2-3mm, dan dilakukan uji biokimia dengan melakukan inokulasi pada koloni dengan menggunakan media saline nutrient agar,lalu dilakukan pemeriksaan uji biokimia. Hasil penelitian dari pemeriksaan sampel yang dilakukan di laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan II (SKIPM) dapat disimpulkan bahwa dari 7 sampel yang di uji tidak ada yang menunjukkan hasil positif bakteri Vibrio parahaemolyticus dari sampel laut, untuk media dan reagen uji yang digunakan benar dan sesuai dengan pengujian pada kontrol positif bakteri Vibrio parahaemolyticus

Keywords


Isolasi; Identifikasi; Vibrio parahaemolyticus; Udang Vaname; Penyakit Vibriosis

Full Text:

PDF

References


Alam, M. J., Tomochika, K.-I., Miyoshi, S.-I., & Shinoda, S. (2002). Environmental investigation of potentially pathogenic Vibrio parahaemolyticus in the Seto-Inland Sea, Japan. FEMS Microbiology Letters, 208(1), 83–87. https://doi.org/10.1111/j.1574-6968.2002.tb11064.x

Daniels, N. A., MacKinnon, L., Bishop, R., Altekruse, S., Ray, B., Hammond, R. M., Thompson, S., Wilson, S., Bean, N. H., Griffin, P. M., & Slutsker, L. (2000). Vibrio parahaemolyticus Infections in the United States, 1973–1998. The Journal of Infectious Diseases, 181(5), 1661–1666. https://doi.org/10.1086/315459

DKP. (2003). Laporan Sidang Global Shrimp Outlook 2003.

Fardiaz, S. (1983). Keamanan Pangan. Fakultas Pertanian. IPB.

Faruque, S. M. (2012). Foodborne and Waterborne Bacterial Pathogens: Epidemiology, Evolution and Molecular Biology. Caister Academic Press.

Labbe, R. G., & Garcia, S. (2013). Guide to Foodborne Pathogens. John Wiley & Sons.

P2HP-KKP, D. (2010). Rekapitulasi penolakan kasus RAS 2005-2009.

Vandenberghe, J., Thompson, F. L., Gomez-Gil, B., & Swings, J. (2003). Phenotypic diversity amongst Vibrio isolates from marine aquaculture systems. Aquaculture, 219(1–4), 9–20. https://doi.org/10.1016/S0044-8486(02)00312-5

Wong, H.-C., Chen, M.-C., Liu, S.-H., & Liu, D.-P. (1999). Incidence of highly genetically diversified Vibrio parahaemolyticus in seafood imported from Asian countries. International Journal of Food Microbiology, 52(3), 181–188. https://doi.org/10.1016/S0168-1605(99)00143-9




DOI: https://doi.org/10.46576/jai.v1i1.1389

Article Metrics

Abstract view : 1296 times
PDF – 526 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Toibbullah Siregar, Bambang Hendra S, Emmy Syafitri

Jurnal AQUACULTURE Indonesia [JAI] telah terindex pada

  

 

JOURNAL CITATION

 




JURNAL AQUACULTURE INDONESIA [JAI] published by :

PROGRAM STUDI AKUAKULTUR, FAKULTAS PERIKANAN, UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan
Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783  Fax. 061 6615190
Surat Elektronik : jai_dw@dharmawangsa.ac.id

 

Creative Commons License

Jurnal AQUACULTURE Indonesia by Universitas Dharmawangsa is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/akuakultur/index