ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Vibrio parahaemolyticus PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v1i1.1389Kata Kunci:
Isolasi, Identifikasi, Vibrio parahaemolyticus, Udang Vaname, Penyakit VibriosisAbstrak
Penelitian ini bertujuan sebagai informasi yang berkaitan dengan isolasi identifikasi Vibrio parahaemolyticus yang dilakukan sebagai langkah dalam menjamin keamanan pangan hasil perikanan sehingga aman untuk di konsumsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode ISO/TS 21872-1:2007 langkah yang dilakukan yaitu pre enrichment dengan menggunakan sampel sebanyak 25gram yang dilarutkan dengan menggunakan alkaline saline peptone water 225ml, lalu diinkubasi selama 6jam dengan suhu 41,50C sedangkan untuk sampel segar memerlukan waktu±1 jam, selanjutnya enrichment dengan suhu 41,5 0C selama 18 jam ± 1 jam, selanjutnya dilakukan isolasi serta identifikasi dengan menggunakan media Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS), lau dilakukan inkubasi pada suhu 37 0C selama 24 jam ± 3 jam, setelah itu dilakukan pengamatan dengan ciri-ciri koloni pada V. parahaemolyticus lembut warna hijau (sukrosa negatif) dengan diameter 2-3mm, dan dilakukan uji biokimia dengan melakukan inokulasi pada koloni dengan menggunakan media saline nutrient agar,lalu dilakukan pemeriksaan uji biokimia. Hasil penelitian dari pemeriksaan sampel yang dilakukan di laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan II (SKIPM) dapat disimpulkan bahwa dari 7 sampel yang di uji tidak ada yang menunjukkan hasil positif bakteri Vibrio parahaemolyticus dari sampel laut, untuk media dan reagen uji yang digunakan benar dan sesuai dengan pengujian pada kontrol positif bakteri Vibrio parahaemolyticusReferensi
Alam, M. J., Tomochika, K.-I., Miyoshi, S.-I., & Shinoda, S. (2002). Environmental investigation of potentially pathogenic Vibrio parahaemolyticus in the Seto-Inland Sea, Japan. FEMS Microbiology Letters, 208(1), 83–87. https://doi.org/10.1111/j.1574-6968.2002.tb11064.x
Daniels, N. A., MacKinnon, L., Bishop, R., Altekruse, S., Ray, B., Hammond, R. M., Thompson, S., Wilson, S., Bean, N. H., Griffin, P. M., & Slutsker, L. (2000). Vibrio parahaemolyticus Infections in the United States, 1973–1998. The Journal of Infectious Diseases, 181(5), 1661–1666. https://doi.org/10.1086/315459
DKP. (2003). Laporan Sidang Global Shrimp Outlook 2003.
Fardiaz, S. (1983). Keamanan Pangan. Fakultas Pertanian. IPB.
Faruque, S. M. (2012). Foodborne and Waterborne Bacterial Pathogens: Epidemiology, Evolution and Molecular Biology. Caister Academic Press.
Labbe, R. G., & Garcia, S. (2013). Guide to Foodborne Pathogens. John Wiley & Sons.
P2HP-KKP, D. (2010). Rekapitulasi penolakan kasus RAS 2005-2009.
Vandenberghe, J., Thompson, F. L., Gomez-Gil, B., & Swings, J. (2003). Phenotypic diversity amongst Vibrio isolates from marine aquaculture systems. Aquaculture, 219(1–4), 9–20. https://doi.org/10.1016/S0044-8486(02)00312-5
Wong, H.-C., Chen, M.-C., Liu, S.-H., & Liu, D.-P. (1999). Incidence of highly genetically diversified Vibrio parahaemolyticus in seafood imported from Asian countries. International Journal of Food Microbiology, 52(3), 181–188. https://doi.org/10.1016/S0168-1605(99)00143-9
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).




