PENYELEKSIAN PENERIMAAN BERAS RASKIN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS PADA NAGARI TALU
DOI:
https://doi.org/10.46576/syntax.v1i1.647Abstract
Abstrak— Program penerimaan beras untuk keluarga miskin (Raskin) adalah program pemerintahan nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui program Raskin pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk mendapatkan hak atas pangan. Menurut kantor Wali Nagari, ada 10 kriteria untuk menentukan keluarga penerima Raskin. Jika menggunakan cara manual sehingga pengolahan data memiliki kesulitan dalam penyimpanan atau pencarian arsip yang telah tersimpan. Sistem Penunjang Keputusan ( SPK ) adalah sistem yang mampu mengelola data dan memberikan solusi alternatif terbaik. Dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membantu pengambil keputusan terbaik dalam pengambilan keputusan atas permasalahan sasaran. Ada dua mekanisme yang digunakan dalam perhitungan AHP termasuk metode manual konvensional yang dapat melibatkan proses normalisasi, dan yang terkomputerisasi. Penelitian ini untuk mengeksplorasi perhitungan AHP baik dengan menggunakan aplikasi Manual dan Aplikasi yang akan dibuat, untuk mendapatkan pengambilan keputusan yang konsisten dengan tingkat ketidak konsistenan 0.
Kata Kunci Raskin, SPK, AHP
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY), yang berarti Jurnal Syntax berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.





