Diagnosa Kualitas Jaringan Internet menggunakan Logika Fuzzy (Studi Kasus : Balai Besar Wilayah I Medan)
DOI:
https://doi.org/10.46576/syntax.v2i1.1289Abstract
Internet telah menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang ketersediaan informasi yang tepat waktu, mendapatkan jaringan internet yang baik dapat ditinjau dari kualitas jaringan internet. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian kualitas jaringan internet di Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan berdasarkan data traffic jaringan yang didapatkan pada portal monitoring traffic jaringan BMKG dengan pengembangan sistem diagnosa ini menggunakan logika fuzzy. logika fuzzy yang dikembangkan pada sistem menggunakan ping time, lost time, dan down time sebagai variabel input dengan fungsi keanggotaan variabel input ping time dengan kriteria bagus, sedang, dan jelek, sedangkan fungsi keanggotaan variabel input lost time dengan kriteria sangat bagus, bagus, sedang, dan jelek, untuk variabel input down time hanya memiliki satu fungsi keanggotaan. Untuk variabel output berupa kualitas jaringan internet disertai dengan nilai reliability, maintainbility, dan avability (RMA) dengan fungsi keanggotaan kualitas jaringan internet jelek, sedang, bagus, dan sangat bagus. Hasil pengujian sistem yang dilakukan terhadap jaringan internet yang ada pada Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan menunjukkan keluaran sistem diagnosa kualitas jaringan intenet yang sangat baik, sehingga sistem diagnosa kualitas jaringan ini dapat dimanfaatkan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY), yang berarti Jurnal Syntax berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.





