Sejarah Penamaan Bulu Cina Di Kecamatan Hamparan Perak: Analisis Linguistik Dan Representasi Sastra Lokal Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.46576/wdw.v20i2.8733Kata Kunci:
Toponimi, Bulu Cina, Hamparan Perak, Linguistik Historis, Sastra Lisan, Sejarah Perkebunan.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul sejarah penamaan (toponimi) Desa Bulu Cina di Kecamatan Hamparan Perak melalui pendekatan linguistik dan analisis representasi sastra lokal. Sebagai wilayah yang memiliki latar belakang sejarah kuat dalam industri perkebunan tembakau Deli, nama Bulu Cina menyimpan memori kolektif masyarakat yang kompleks mengenai interaksi etnis dan migrasi tenaga kerja masa kolonial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, studi arsip, dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan Bulu Cina mengalami proses etimologi rakyat (folk etymology), di mana terdapat percampuran narasi antara karakteristik vegetasi bambu (buluh) dengan jejak sejarah keberadaan pekerja migran asal Tiongkok. Secara sastra, penamaan ini telah terdistorsi dan bertransformasi menjadi narasi lisan yang berfungsi sebagai media transmisi sejarah dan identitas sosial masyarakat Hamparan Perak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa nama tempat bukan sekadar penanda geografis, melainkan teks budaya yang mencerminkan sejarah multikulturalisme di Sumatera.
Referensi
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Nasution, A. H. (2015). Sejarah Perkebunan Sumatera Timur. Medan: USU Press.
Poerwadarminta, W. J. S. (2011). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Woodman, D. (2018). The History of Deli Tobacco. Leiden: Brill Academic Publishers.




