Dikotomi dan Integrasi Sains: Analisis Filsafat Sains antara Tradisi Barat Sekuler dan Islam Teosentris

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46576/wdw.v20i3.8564

Kata Kunci:

Filsafat Sains, Sains Barat, Sains Islam, Epistemologi Islam, Tauhid, Worldview, Integrasi Ilmu

Abstrak

Perbedaan mendasar antara paradigma sains Barat dan sains Islam melalui pendekatan filsafat sains, dengan menitikberatkan pada aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Sains Barat modern berkembang dalam kerangka rasionalisme, empirisme, dan sekularisme yang memisahkan ilmu pengetahuan dari nilai-nilai metafisik dan religius. Akibatnya, sains cenderung dipahami sebagai sistem yang netral dan bebas nilai, namun dalam praktiknya melahirkan berbagai krisis etis, ekologis, dan dehumanisasi teknologi. Sebaliknya, sains dalam perspektif Islam berpijak pada prinsip tauhid yang menempatkan Tuhan sebagai sumber dan tujuan pengetahuan. Dalam epistemologi Islam, wahyu, akal, dan pengalaman empiris dipahami sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi dan terintegrasi. Melalui kajian filosofis-komparatif, artikel ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dunia (worldview) melahirkan orientasi keilmuan yang berbeda pula. Artikel ini menyimpulkan bahwa dialog dan integrasi antara rasionalitas ilmiah Barat dan nilai-nilai spiritual Islam merupakan kebutuhan mendesak untuk membangun sains yang tidak hanya unggul secara metodologis, tetapi juga berlandaskan etika, kemanusiaan, dan keseimbangan kosmis.

Referensi

Abdullah, M. Amin. Islam dan Ilmu Pengetahuan: Integrasi dan Interkoneksi (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Press, 2006).

Al-Attas, M. Naquib. Islam and Secularism (Kuala Lumpur: ISTAC, 1993).

Al-Attas, Syed M. N. Prolegomena to the Metaphysics of Islam (Kuala Lumpur: ISTAC, 1995).

Al-Faruqi, Ismail Raji, Islamization of Knowledge (Herndon: IIIT, 1982).

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2002).

Bakar, Osman. Classification of Knowledge in Islam (Cambridge: Islamic Texts Society, 1998).

Bakhtiar, Amsal. Filsafat Ilmu (Jakarta: Rajawali Pers, 2012).

Heidegger, Martin. The Question Concerning Technology (New York: Harper, 1977).

Kartanegara, Mulyadhi. Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik (Bandung: Mizan, 2005).

Kartanegara, Mulyadhi. Nalar Islami dan Nalar Modern: Berfilsafat dalam Islam (Jakarta: Erlangga, 2003).

Kattsoff, Louis O. Pengantar Filsafat Ilmu (terj. Soejono Soemargono; Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004).

Khusnan, A., Filsafat Ilmu: Perspektif Islam dan Barat (Jakarta: Rajawali Pers, 2017).

Nasr, Seyyed Hossein. Religion and the Order of Nature (New York: Oxford University Press, 1996).

Popper, Karl R., The Logic of Scientific Discovery (London: Routledge, 2002).

Sardar, Ziauddin. Exploring Islam and Science (London: Mansell, 1989).

Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2010).

Tafsir, Ahmad. Filsafat Ilmu: Mengurai Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Ilmu (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014).

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-17

Terbitan

Bagian

Artikel Vol. 20 No. 3 (2026)