Sejarah Kurikulum 2013, Kelebihan Dan Kekurangannya Ditinjau Dari Sudut Pandang Profesionalisme Keguruan

Penulis

  • Junita Sari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Nur Jamilah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Pebriani Lubis Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal image/svg+xml
  • Irna Yati Pohan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga Tapanuli Tengah
  • Ibnu Halomoan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga Tapanuli Tengah
  • Andi Nova Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga Tapanuli Tengah
  • Handi Wijaya Parinduri Sekolah Tinggi Agama Islam Tapanuli Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.46576/wdw.v20i1.8248

Kata Kunci:

Kurikulum 2013, Profesionalisme, Keguruan.

Abstrak

Kurikulum 2013 menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pendidikan nasional Indonesia karena menandai pergeseran menuju pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. Artikel ini menelaah sejarah lahirnya Kurikulum 2013, kemudian mengeksplorasi kelebihan dan kekurangannya dari perspektif profesionalisme guru yakni bagaimana guru sebagai pelaksana kebijakan kurikulum memerlukan kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pengumpulan data dari jurnal dan artikel ilmiah Indonesia yang membahas Kurikulum 2013 dan profesionalisme keguruan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara konseptual Kurikulum 2013 memiliki keunggulan seperti orientasi kepada kompetensi, pembelajaran aktif, dan integrasi karakter, namun di sisi lain terdapat kelemahan operasional terutama berkaitan dengan kesiapan guru, beban administratif, dan pelaksanaan penilaian autentik. Dari sudut pandang profesionalisme guru, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan guru, pelatihan, dan manajemen sekolah. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk mewujudkan potensi penuh Kurikulum 2013, penekanan lebih besar perlu diberikan pada pengembangan profesionalisme guru sehingga kurikulum tidak hanya menjadi dokumen tetapi praktik nyata di kelas.

Referensi

Anwar, R. (2014). Hal-Hal yang Mendasari Penerapan Kurikulum 2013. Humaniora, 5(1), 97. https://doi.org/10.21512/humaniora.v5i1.2987

Hariyatmi, & Syaifullah, A. (2020). Kemampuan Guru Biologi dalam Penerapan Kurikulum 2013 di SMA Negeri Se-Kabupaten Pekalongan. Proceeding Biology Education Conference, 13(14), 225–231.

Iskandar, S., Amelia, A., Amelia, S., & Nurfalah, S. (2025). Sejarah Kurikulum di Indonesia : Perkembangan dan Perubahan. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 459–467.

Neliwati, N., Nurmala, P., Hsb, A. A., Lailannaz, S., & Isnanta, R. (2023). Profesioalisme Guru PAI dalam Menerapkan Kurikulum 2013 di SMPN 5 Percut Sei Tuan. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2370–2375. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1831

Payong, M. R. (2016). Kurikulum 2013 Dan Kemampuan Profesionalisme Guru Dalam Menerapkannya. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 2006, 161–177. http://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jpkm/article/download/109/84

Pramono, A. S. (2021). Hubungan Profesionalisme dan Literasi Guru dengan Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Profesi Keguruan, 7(2), 15–22.

Ramdhani, M. T. (2018). Manajemen Pengembangan Kurikulum 2013 Berbasis Komputer di SMPN 6 Palangka Raya. Jurnal Sains Komputer Dan Teknologi Informasi, 1(1), 11–19. https://doi.org/10.33084/jsakti.v1i1.453

Solekhul, A. (2024). Tinjauan Keunggulan dan Kelemahan Penerapan Kurikulum 2013 Tingkat Sd/Mi. Al- Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 5(2), 261–279.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-24

Terbitan

Bagian

Artikel Vol. 20 No. 1 (2026)