PERAN TUNGKU TIGO SAJARANGAN DALAM PROSES DEMOKRATISASI DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN NAGARI
DOI:
https://doi.org/10.46576/wdw.v19i4.7384Kata Kunci:
nagari, minangkabau, tigo tungku sajaranganAbstrak
Tungku Tigo Sajarangan merupakan sistem kepemimpinan tradisional khas masyarakat Minangkabau yang dibangun atas sinergi tiga pilar utama, yaitu Niniak Mamak (pemuka adat), Alim Ulama (pemuka agama), dan Cadiak Pandai (kaum intelektual). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana ketiga unsur tersebut berperan dalam mendukung tata kelola pemerintahan nagari, khususnya melalui kontribusi mereka dalam proses musyawarah, pengambilan keputusan strategis, pengawasan pembangunan, serta penyerapan aspirasi masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun eksistensi Tungku Tigo Sajarangan dalam tatanan formal pemerintahan nagari masih menghadapi berbagai tantangan, namun peran mereka sangatlah fundamental dalam menjaga harmoni sosial, menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah nagari, dan mengawal kelestarian nilai-nilai adat serta norma sosial. Fungsi kolektif Tungku Tigo Sajarangan menjadi landasan utama dalam memperkuat demokratisasi dan partisipasi masyarakat pada pemerintahan nagari berbasis kearifan lokal Minangkabau.Referensi
Amri, A., Ramdani, Z., Warsihna, J., & Tae, L. F. (2021). Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin: A Strategy Towards World Class University Based on Local Wisdom Perspective. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(1), 31–40. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.386
Arif, F., Marta, A., Tulljanah, R., & Apfani, S. (2024). Menakar Konsep Tungku Tigo Sajarangan-Tali Tigo Sapilin Dalam Membangun Kreativitas Guru Di Sekolah Dasar School. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Dan Konseling Islam, 7(1), 9–16.
Asniah. (2023). Akulturasi Islam Dan Hukum Adat Minangkabau. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 18(1), 1–24. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan
Basri, H. (2022). UPAYA TUNGKU TIGO SAJARANGAN DALAM MENDIDIK AKHLAK REMAJA PEREMPUAN MELALUI NILAI ADAT SUMBANG DUO BALEH DI NAGARI SUNGAI BULUAH KECAMATAN BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN. Tesis Program Pascasarjana UMSB, 8.5.2017, 2003–2005.
Chlaudina Dyan. (2021). Etika Minangkabau (Telaah Terhadap Tungku Tigo Sajarangan).
Fajar Putra, A., Syamsir, S., Hidayatullah, M. A., Owen Tunggara, R., Mulki Syaenra, H., Abduravi, M. F., Assadiqi, M. H., & Iqbal, M. (2023). Dampak Gaya Kepemimpinan Terhadap Keteraturan Masyarakat Adat Minangkabau di Nagari Manggopoh Lubuk Basung. Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah Dan Muamalah, 1(2), 76–88. https://doi.org/10.38035/jhesm.v1i2.51
Kusumawati Riawan, D., & Harianto, S. (2023). Pola Perubahan Dan Strategi Sosial Masyarakat Desa Dalam Menghadapi Globalisasi. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 8314–8327. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Metro, W. (2024). Masyarakat Minangkabau Pada Karya Tari “ Sang Sako .”
Minnatul Maula, A. R. (2022). Dinamika Perubahan Sosial Ekonomi Pada Masyarakat Desa Panggungharjo (Studi Deskriptif Perubahan Sosial Ekonomi Sebelum Dan Sesudah Adanya Bumdes Panggung Lestari). Journal of Development and Social Change, 5(2), 1–23. http://www.nber.org/papers/w16019
Sovia Firdaus, D. R., P.Lubis, D., Susanto, D., & Soetarto, E. (2018). Portrait of The Minangkabau Culture According to Hofstede’s Six Cultural Dimensions. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2). https://doi.org/10.22500/sodality.v6i2.23229
Suyitno. (2020). Analisis Data Dalam Rancangan Penelitian Kualitatif. Akademika, 18(1), 49–57. http://dx.doi.org/10.51881/jam.v18i1.188
yulia, refni. (2021). Nagari Adat di Minangkabau Dalam Tinjuan Sejarah. Bakaba, 9(1), 32–43. https://doi.org/10.22202/bakaba.2021.v9i1.5866
Yunus, Y. (2003). Perbedaan Persepsi Penyelenggara Nagari Luhak dan Rantau terhadap Model Pemerintahan Nagari yang Partisipatif. II(1), 83–98.




