PONDOK PARSULUKAN TARIKAT NAQSABANDIYAH BAITUL JAFAR KLAMBIR LIMA KEBUN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KARAKTER SPIRITUAL KEAGAMAAN
DOI:
https://doi.org/10.46576/wdw.v16i4.2440Abstrak
RINGKASAN - Beberapa alasan perlunya pendidikan karakter, diantaranya banyaknya kaum muslimin masih jauh dari nilai karakter, karenaalemahnya kesadaranapada nilai-nilai moral, memberikananilai-nilai moral pada umatamerupakan salahasatu fungsi peradabanayang paling utama, peran dzikir sebagaiapendidik karakter menjadi semakin pentingaketika banyak umatamemperoleh sedikit pengajaran moraladari orangtua, masyarakat, atau alembaga akeagamaan, masihaadanya nilai-nilai amoral yangasecara universal masih diterimaaseperti perhatian, kepercayaan, rasaahormat, dan tanggungjawab, demokrasiamemiliki kebutuhan khususauntuk pendidikan moral karenaademokrasi merupakanaperaturan dari, untuk danaoleh masyarakat, tidak ada sesuatuasebagai pendidikan bebasanilai. Para tokohaagama telah banyakamelakukan perubahanakarakter terhadap umat ini salahasatunya dengan mengamalkanadzikir lewat tariqat sebagai sarana pencerahanaspritual.
Dzikirapada hakikatnya adalah mengingat Allah danamelupakan apa saja selain Allahaketikda dalam berdzikir. Maka implikasiaadanya dzikir yang demikian meliputi mengingat, memperhatikan, danamerasa dirinya senantiasa diawasi oleh Tuhan bahkanaberpengaruh luasaterhadap jiwa dan kesadaranayang kemudian diaktualisasikanapada pola pemikiran danatingkah laku. Dapat disimpulkanabahwa dzikir merupakanakesadaran muslim sebagaiamakhluk Allah yang wajibauntuk mengingat-Nya baikadalam lisan, hati, dan ruh serta berpikirasecara islami dan berbuat sesuai syari’at Islam, baikaketika dia sedangaberdiri, duduk, berbaring, ataupun. Kesadaran iniamenjadi “ruh” setiap perbuatan seorangamuslim.
Kata Kunci: Pemahaman, Masyarakat, Upaya Pencerahan, Spiritual, Lanjut Usia.




