Implementasi Paradigma Seamless Government dalam Memaksimalkan Pelayanan Publik: Studi Kasus Integrasi Sistem Perizinan Ekspor-Impor di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.46576/wdw.v20i2.8648Keywords:
E-Government, Seamless government, mentalitas silo, perizinan, pelayanan public.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi sistem INA-TRADE dan Indonesia National Single Window (INSW) pada Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor melalui sintesis teori E-Government dan paradigma Seamless Government. Masalah utama birokrasi perdagangan di Indonesia adalah bertahannya mentalitas silo yang memicu fragmentasi data dan inefisiensi layanan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi pelayanan pasca-integrasi sistem secara horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tersebut telah berhasil membawa birokrasi Indonesia mencapai tahap kematangan e-government yang lebih tinggi melalui mekanisme Single Submission (SSm) dan kebijakan fiktif positif. Namun, temuan di lapangan juga mengidentifikasi adanya fenomena kejutan digital akibat asimetri infrastruktur teknologi antarinstansi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penghapusan mentalitas silo memerlukan harmonisasi standar teknologi nasional dan penguatan literasi digital aparatur agar tercipta pelayanan publik yang benar-benar tanpa sekat.References
Aisha, N. (2016). Tantangan dan Hambatan Penerapan E-Government dalam Pelayanan Publik. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 4(2).
Cendekia Niaga Journal. (2024). Dampak Reformasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri Terhadap Kinerja Perdagangan. Jurnal Cendekia Niaga Kemendag RI, 8(1).
Cono, W. (2026). Dampak Integrasi Sistem INA-TRADE dan INSW. Wawancara Mendalam. Jakarta: Kemendag.
Fahlevy, M. R., et al. (2023). Eksistensi Birokrasi Di Era Revolusi 4.0. Journal of Government Science (GovSci), 4(1).
Hapsari, K. T. (2015). Implementasi Sistem Indonesia National Single Window. Skripsi. Universitas Brawijaya.
Indrajit, R. E. (2006). Electronic Government: Strategi Pembangunan Pelayanan Publik. Yogyakarta: Andi Offset.
Ismail, A. (2014). Kualitas Layanan Sistem Perijinan Perdagangan Online INATRADE. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 8(1).
Kementerian Perdagangan RI. (2021). Sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan di Bidang Impor: Single Submission dan Fiktif Positif. Jakarta: Sekretariat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.
Layne, K., & Lee, J. (2001). Developing fully functional E-government: A four stage model. Government Information Quarterly, 18(2).
Lencioni, P. (2006). Silos, Politics and Turf Wars. San Francisco: Jossey-Bass.
Linden, R. M. (1994). Seamless Government: A Practical Guide to Re-engineering. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.
MDPI. (2026). The Digital Shock: Administrative Burden in Indonesia's Public Service Reform. Journal of Open Innovation, 12(1).
Muhni, F., et al. (2014). Implementasi Kebijakan INSW Terhadap Kepuasan Eksportir. Journal of Politic and Government Studies, 3(4).
Njatrijani, R., et al. (2022). Peran Indonesia National Single Window dalam Memfasilitasi Perdagangan Internasional. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2).
Sipahutar, I. M., et al. (2022). Analysis Trading International in Field Export Import in Indonesia. International Journal of Asian Business and Management, 1(1).
Sonia, E., & Ridho, S. (2024). Indonesia National Single Window (INSW) in the Clearance in/out Process. Kalao's Maritime Journal, 1(2).
Syafaruddin, T., et al. (2026). Digital Transformation in Public Administration: Challenges and Opportunities in Indonesian Government Agencies. International Journal of Administrative Science & Organization, 31(1).
Tett, G. (2015). The Silo Effect. Simon & Schuster.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jika makalah Anda diterima, penulis yang diidentifikasi sebagai penulis resmi yang sesuai untuk makalah tersebut akan menerima email yang meminta mereka untuk masuk ke Layanan Penulis; dan melakukan tahapan yang diarahkan untuk mempublish makalahnya






