ZIKIR TARIQAH NAQSABANDIYAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER PADA JAMAAH PONDOK PARSULUKAN BAITUL JAFAR DESA KLAMBIR LIMA KEBUN KECAMATAN HAMPARAN PERAK

Authors

  • Syarifuddin Syarifuddin Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan
  • Mukhlis Malik Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan
  • Muhammad Kamil Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan

DOI:

https://doi.org/10.46576/wdw.v16i4.2434

Abstract

RINGKASAN - Beberapa alasan perlunya pendidikan karakter, diantaranya banyaknya kaum muslimin masih jauh dari nilai karakter, karenaalemahnya kesadaranapada nilai-nilai moral, memberikananilai-nilai moral pada umatamerupakan salah satu fungsiaperadaban yang palingautama, peran dzikir sebagaiapendidik karakter menjadiasemakin penting ketikaabanyak umat memperoleh sedikitapengajaran moral dari orangtua, masyarakat, atau lembagaakeagamaan, masih adanyaanilai-nilai moral yangasecara universal masihaditerima seperti perhatian, kepercayaan, rasa hormat, dan tanggungjawab, demokrasi memiliki kebutuhanakhusus untuk pendidikan moral karenaademokrasi merupakan peraturan dari, untuk dan olehamasyarakat, tidak ada sesuatu sebagai pendidikanabebas nilai. Para tokoh agama telah banyakamelakukan perubahanakarakter terhadap umat ini salah satunyaadengan mengamalkan dzikir lewat tariqatasebagai saranaapencerahanaspritual. Dzikir padaahakikatnya adalahamengingat Allah dan melupakanaapa saja selain Allah Ketika dalamaberdzikir. Maka implikasi adanya dzikirayang demikian meliputi mengingat, memperhatikan, dan merasaadirinya senantiasa diawasi oleh Tuhan bahkan berpengaruhaluas terhadap jiwa dan kesadaran yangakemudian diaktualisasikanapada pola pemikiran dan tingkahalaku. Dapatadisimpulkan bahwaadzikir merupakan kesadaranamuslim sebagai makhlukaAllah yang wajib untukamengingat-Nya baik dalamalisan, hati, dan ruh serta berpikirasecara islami dan berbuat sesuaiasyari’at Islam, baik ketika diaasedang berdiri, duduk, aberbaring, ataupun. Kesadaran iniamenjadi “ruh” setiapaperbuatan seorangamuslim.
Kata Kunci: Dzikir, Tariqah, Karakter, Jamaah Parsulukan.

Published

2022-10-31

Issue

Section

Artikel Vol. 16 No. 4 (2022)