Makna Virtual Youtuber (Vtuber) Aruka Hmeragi Pada Komunitas Karawang
DOI:
https://doi.org/10.46576/jnm.v9i2.8530Kata Kunci:
identitas digital, komunitas, Virtual YouTuberAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena Virtual YouTuber (VTuber) sebagai bentuk baru kreator konten berbasis avatar animasi. Penelitian ini mengkaji makna, motif, dan pengalaman kehadiran VTuber Aruka Himeragi pada komunitas Anime Lovers Karawang (ALKA) dalam membangun identitas digital di platform YouTube. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka fenomenologi Alfred Schutz, yang memungkinkan penggalian makna secara mendalam dari perspektif subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan dua dimensi motif kehadiran Aruka Himeragi, yakni because motive berupa keterbatasan representasi karakter dua dimensi yang bersifat statis, serta in-order-to motive berupa tujuan membangun identitas dan diferensiasi komunitas di ruang digital. Pengalaman anggota komunitas mencerminkan proses internalisasi bertahap, mulai dari ketertarikan awal hingga integrasi karakter dalam aktivitas komunitas secara menyeluruh. Secara makna, Aruka Himeragi telah bertransformasi dari objek visual menjadi simbol identitas kolektif, simbol modernisasi, serta jembatan komunikasi yang mempererat kebersamaan anggota. Penelitian ini menegaskan bahwa karakter virtual berpotensi menjadi medium komunikasi sekaligus representasi sosial yang memperkuat eksistensi komunitas dalam budaya populer digital.
Referensi
Adzania, J. I. (2018). Dampak menonton vtuber terhadap penggemar budaya populer jepang di bandung. (2017), 267–278.
Budiman, D., Iswati, S., Sitompul, M. K., Pertahanan, E., Pertahanan, U., Kepelabuhanan, M., & Karimun, U. (2025). Perkembangan Ekosistem Ekonomi Digital di Indonesia : Sebuah Kajian Literatur. 4(1), 115–126. https://doi.org/10.55123/jumintal.v4i1.5130
DANIAR, H. P. (2022). Penerimaan Audiens atas Konten Pariwisata dari Virtual Youtuber Andi Adinata. CoverAge.
Dhianty, R. (2022). Kebijakan Privasi (Privacy Policy) dan Peraturan Perundang-Undangan Sektoral Platform Digital vis a vis Kebocoran Data Pribadi. 2(1), 186–199.
Dika, R. (2025). Gimana Hayo Shootingnya? Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=GHOeF7rtyLs
Hariadi, A. H. (2023). Pengaruh Self-Congruity Dan Celebrity Attachment Penonton Vtuber Terhadap Consumer Engagement Di Youtube. 27(2), 72–82.
Ishar, M. H. Al. (2024). Analisis Personal Branding Anya Melfissa Sebagai Vtuber Indonesia di Media Sosial. 5(1), 724–736.
Lexy J. Moleong. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: Remaja Rosdakarya.
Marbun, D. C. (2025). Media Baru dan Fandom Lama: Pengaruh Platform Digital terhadap Praktik Komunikasi Kolektor Gundam. 8(1), 46–53.
Maylanda, P. O., Rahayu, S., Sahyudi, M., & Randy, R. (2025). Peran Platform Digital Dalam Membangkitkan Pertumbuhan Technopreneurship (Faktor Dan Tantangan Keberhasilan) : Tinjauan Literatur Sistematis. 4, 54–62.
Pratama, H. R. (2022). Apa Artinya Menjadi Youtuber? Analisis Fenomenologis Interpretatif Tentang Pengalaman Menjadi Youtuber. 11(2017), 80–88.
Puspitaningrum, D. R. (2019). Fenomena “Virtual Youtuber” Kizuna Ai di Kalangan Penggemar. MediaTor.
Sadiq, Z. A. (2022). Analisis Media Siber Pada Siaran Langsung Virtual Youtuber Ayunda Risu.
Setiabudi, H., Studi, P., Komunikasi, I., Komunikasi, F., Informatika, D. A. N., & Surakarta, U. M. (2018). Motif Subscriber menonton Channel Youtube ( Studi Deskriptif Kualitatif Motif Subscriber menonton channel Youtube Presiden Joko Widodo ).
Setyawan, S. (2022). Motivasi Subscriber Dalam Menonton Channel Youtube Gadgetin. 6(1), 123–128.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Alfabeta.
Suh, H. K. (2024). Big Data Analysis of ‘VTuber’ Perceptions in South Korea:. jurnalism and media.
Widiastuti, T. (2019). Representasi Identitas Virtual Dalam Konteks. JURNAL SIGNAL.