MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENGUNGKAPAN PILIHAN PEREMPUAN MENJADI ‘CHILDFREE WOMENS’ (Studi Netnografi Mengenai Pengungkapan Pilihan Perempuan Menjadi ‘Childfree Womens’ Oleh Akun X @fl***bloom, @p***mnty, Dan @_t***baba_)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.46576/jnm.v8i2.7367

Kata Kunci:

Media Sosial X, Childfree Pengungkapan Diri, Realitas Sosial, Perempuan

Abstrak

Fenomena childfree semakin berkembang di media sosial X sebagai bentuk pengungkapan diri perempuan terhadap pilihan hidupnya. Meski masih dianggap tabu, media sosial membuka ruang diskusi, identitas, dan kritik terhadap norma patriarki, sehingga penting diteliti sebagai bagian dari perubahan komunikasi dan konstruksi sosial yang membentuk sebuah realitas sosial di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengungkapan pilihan perempuan menjadi 'childfree womens' melalui konten di media sosial X dan bagaimana isu tersebut berkembang menjadi sebuah realitas sosial baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi untuk mengkaji pengungkapan pilihan childfree oleh perempuan di media sosial X melalui tiga akun, dengan fokus pada interaksi, dinamika komunitas daring, serta makna sosial yang terbentuk dalam diskusi terkait fenomena tersebut. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap akun @fl***bloom, @p***mnty, dan @t***baba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menjadi childfree dilatarbelakangi oleh faktor pendidikan, kesehatan mental, pertimbangan ekonomi, serta trauma masa kecil. Melalui pengungkapan pilihan childfree, media sosial digunakan oleh perempuan sebagai ruang untuk membentuk identitas, berbagi pengalaman, dan membangun solidaritas sesama perempuan. Selain itu, media sosial turut membentuk isu childfree menjadi sebuah realitas sosial baru melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Meskipun menghadapi stigma sosial, diskusi mengenai childfree berkembang sebagai wacana alternatif yang menantang norma tradisional dan memperlihatkan peran media sosial sebagai medium perubahan sosial.

Referensi

Albertini, M., & Mencarini, L. (2014). Childlessness and support networks in later life: New pressures on familistic welfare states?. Journal of Family Issues, 35(3), 331-357.

Alfiyani, L., Yakob, A., Setiyadi, N. A., Mulyono, D., Utomo, S., & Sari, W. F. (2023). Efektivitas Pelayanan Administrasi Rumah Sakit Terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat. Jurnal Kesehatan, 7(2), 77–81.

Berger, P., & Luckmann, T. (2016). The social construction of reality. In Social theory re-wired (pp. 110-122). Routledge.

Delreg, V. J. (1979). Appropriateness of self-disclosure. Chelune, GJ and Associates.

DeVito, J. A. (1986). The Communication Handbook : A Dictionary. Harper & Row.

Dewi, A. P., & Delliana, S. (2020). Self Disclousure Generasi Z Di Twitter. Ekspresi Dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi. http://ejournal.upnvj.ac.id/index.php/JEP/index

Greene, K., Derlega, V. J., & Mathews, A. (2006). Self-disclosure in personal relationships. The Cambridge handbook of personal relationships, 409, 427.

Gibson, J. J. (2014). The Ecological Approach to Visual Perception : Classic Edition (1st Edition). Psychology Press.

Hapsari, R., & Azahra, Z. (2020). Media Sosial Twitter Dalam Dimensi Self Disclosure Pada Mahasiswa di Kota Depok. BroadComm, 2(2), 57–71. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-indonesia-digital-report-2019/

Harlow, S. (2016). Reconfiguring and remediating social media as alternative media: Exploring youth activists' digital media ecology in El Salvador. Palabra Clave, 19(4), 997-1026.

Joinson, A. N. (2001). Self‐disclosure in computer‐mediated communication: The role of self‐awareness and visual anonymity. European journal of social psychology, 31(2), 177-192.

Jourard, S. M. (1971). The Transparent Self. Van Nostrand Reinhold.

Kietzmann, J. H., Hermkens, K., McCarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business horizons, 54(3), 241-251.

Kozinets, R. V. (2019). Netnography: The Essential Guide To Qualitative Social Media Research (3rd Edition). SAGE Publications.

Mayfield, A. (2008, August). What is social media.

Mu’alifah, A. I., & Sumardjijati. (2023). Self Disclousure Pada Pengguna Media Sosial Twitter (Studi Kualitatif Self Disclosure Pada Pengguna Media Sosial Twitter). Jurnal SIGNAL, 11(1), 2337–4454.

Muhammad, Y. A., Luqman, Y., & Hasfi, N. (2022). Memahami Fenomena Komunikasi Hyperpersonal Di Instagram : Studi Penggunaan Second Account Oleh Pengguna Instagram. Interaksi Online, 11(1). http://www.fisip.undip.ac.id

Pramesti, S. I., & Adhi, F. D. (2024). Gita Savitri dan Childfree Movement pada Media Sosial: Studi Netnografi pada Akun Instagram @Gitasav. Jurnal Komunikasi Nusantara, 6(2), 268–279. https://doi.org/10.33366/jkn.v%vi%i.474

Schrock, A. R. (2015). Communicative Affordances of Mobile Media: Portability, Availability, Locatability, and Multimediality. International Journal of Communication, 9, 18. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:31064350

Sudikin, B. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Perspektif Mikro. Grounded Theory, Fenomenology, Ethnometodologi, Etnografi, dramaturgi, Interaksi simbolik, Hermeneutik, Konstruk Sosial, Analisis Wacana dan Metodologi Refleksi. Insan Cendekia, Surabaya.

Treem, J. W., & Leonardi, P. M. (2013). Social media use in organizations: Exploring the affordances of visibility, editability, persistence, and association. Annals of the International Communication Association, 36(1), 143-189.

Trisliatanto, D. A. (2020). Metodologi Penelitian Panduan Lengkap Penelitian Dengan Mudah (1st ed.). Penerbit ANDI.

Walther, J. B. (1992). Interpersonal effects in computer-mediated interaction: A relational perspective. Communication Research, 19(1), 52–90. https://doi.org/10.1177/009365092019001003

Diterbitkan

2025-07-29

Terbitan

Bagian

ARTIKEL VOL. 8 NO. 2 2025