Peran Aktor Pembangunan Desa Wisata Bantaragung dalam Mengembangkan Desa Wisata Digital
DOI:
https://doi.org/10.46576/jnm.v7i2.4598Kata Kunci:
Aktor Pembangunan, Penta Helix, Desa Wisata Bantaragung, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pariwisata DigitalAbstrak
Desa Wisata Bantaragung di Majalengka telah mengalami transformasi menuju desa wisata digital, memanfaatkan peran kolaboratif dari berbagai aktor pembangunan yang diatur dalam konsep Penta Helix pariwisata. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, bisnis, komunitas, akademisi, dan media dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran aktor pembangunan dalam mengembangkan Desa Wisata Bantaragung dan mendorongnya terhadap keinginan pariwisata di era digital. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Bantaragung dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka sebagai regulator memainkan peran penting dalam kebijakan dan penyediaan infrastruktur. BUMDes Agung Mandiri dan pelaku usaha lokal menyediakan layanan dan fasilitas pariwisata, sementara Pokdarwis dan masyarakat lokal mendorong partisipasi masyarakat. Akademisi memberikan kontribusi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sedangkan media partner, content creator, dan media televisi berperan dalam promosi dan penyebaran informasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam model Penta Helix untuk menciptakan ekosistem pariwisata digital yang berkelanjutan. Hasil ini menegaskan bahwa integrasi TIK dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. Temuan ini penting untuk diterapkan pada pengembangan desa wisata lain yang ingin meningkatkan daya saing melalui inovasi digital dan kolaborasi multi-stakeholder .Referensi
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (P. Rapanna (ed.); Cetakan I). CV. Syakir Media Press.
Ananda, I., & Dirgahayu, T. (2021). Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Desa Wisata di Indoenesia: A Systematic Literature Review. Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi, 8(2407–4322), 2291–2302.
Ariputry, D. T., Ayu, G., Lestari, P., Ayu, I. G., & Andini, D. (2023). Jurnal Wicara Desa , Volume 1 Nomor 6 , Desember 2023 Destinasi Wisata Pantai Lungkak Desa Ketapang Raya , Kecamatan Keruak , Kabupaten Lombok Timur Jurnal Wicara Desa , Volume 1 Nomor 6 , Desember 2023. 1, 899–908.
Budisusila, A., & Handoko, V. S. (2023). Utilitas Ragam Media Digital dan Stuktur Persaingan Pasar antar Desa Wisata di Kawasan Perbukitan Menoreh. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 4(1), 26–41. https://doi.org/10.36256/ijtl.v4i1.311
Cangara, H. (2020). Komunikasi Pembangunan. PT RajaGrafindo.
Chamidah, N., Putra, A. H. P. K., Mansur, D. M., & Guntoro, B. (2020). Penta helix Element Synergy as an Effort to Develop Tourism Villages in Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis, 8(1), 01–22. https://doi.org/10.33096/jmb.v8i1.625
Fauziah, N. R., & Nasdian, F. T. (2021). Hubungan antara partisipasi masyarakat dengan pemanfaatan digital pada desa wisata (Kasus: Desa wisata Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat, 05(01), 189–201. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i1.768178-189-201
Gunadi, I. M. A., Hanurajasa, D. N., & Firmansyah, R. (2022). Faktor prioritas pengembangan desa wisata Bantaragung sebagai desa wisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Pesona, 7(1), 85–97.
Harun, R., & Ardianto, E. (2011). Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Perspektif Dominan, Kaji Ulang, dan Teori Kritis (Cetakan ke). PT RajaGrafindo Persada.
Herdiana, D. (2019). Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jumpa, 6(1), 63–86.
Herdiansah, A. G. (2020). Pengembangan Potensi Kewirausahaan dengan Prinsip Penta Helix di Desa 110 Margamekar Kabupaten Sumedang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Hoeruniasih, N., Hufad, A., Wahyudin, U., & Sudiapermana, E. (2023). Monograf Model Pendekatan Pentahelix pada Pengelolaan Kewirausahaan di PKBM (Cetakan Pe). Eureka Media Aksara.
Muljono, P. (2021). Dinamika Komunikasi Pembangunan di Tanah Air (D. M. Nastiti & K. G. Lestari (eds.); Cetakan I). PT Penerbit IPB Press. www.ipbpress.com
Mumtaz, A. T., & Karmilah, M. (2022). Digitalisasi Wisata di Desa Wisata. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 1. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19790
Nasution, B. (2019). Komunikasi Sosial dan Pembangunan. Taman Karya. https://fisip.unri.ac.id/wpcontent/uploads/2019/12/bahan-buku-ajar-komunikasisosial-dan-pembangunan.pdf
Nuraflah, C. A., & Sinaga, K. (2020). Konvergensi Komunikasi Dalam Implementasi Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten Samosir. Network Media, 3(2), 39–49. https://doi.org/10.46576/jnm.v3i2.847
Pasaribu, L. P., Apsari, N. C., & Sulastri, S. (2023). Kolaborasi Penta Helix Dalam Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi. Share : Social Work Journal, 13(1), 140. https://doi.org/10.24198/share.v13i1.47909
Prasetyo, H., Irawati, N., & Satriawati, Z. (2023). Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Pemasaran Desa Wisata. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(2), 515. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i2.1281
Putra, S. A., Susila, I. N. G. D., Udiana, I. M. G. P., & Bagus, I. (2022). Promosi Desa Wisata Penglipuran melalui Pendekatan Digitalisasi Pada Masa Pandemi: Sebuah Studi Literatur. Jurnal Pariwisata Indonesia, 18(1), 38–51. https://doi.org/10.53691/jpi.v18i1.275
Sembiring, R. A. (2022). Analisis Aktor Pembangunan dalam Smart Environment Kota Kediri Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(1), 88–108. https://doi.org/10.23887/jiis.v8i1.44272
Sinaga, K. (2018). Pengembangan Pariwisata Dalam Komunikasi Budaya Lokal Di Kabupaten Toba Samosir. -Jurnal Network Media, 1(1), 86–98.
Sobahi, K. (2021). Meembangun Desa Menuju Majalengka Raharja (A. Hidayat (ed.); Februari 2). Rumah Pustaka.
Subejo, S., Chamidah, N., Nirmalasari, N., Suyoto, S., Hariadi, S. S., Muhamad, M., Selvi, A. M., Siddiq, D. M., Imawan, K., & Isamayana, I. (2021). Strategi Komunikasi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengembangan Ketahanan Desa Wisata Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cirebon. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 90. https://doi.org/10.22146/jkn.61859
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif.
Susanto, F., & Indarti, S. (2023). Analisis Peran Stakeholders dalam Pengembangan Desa Wisata Tangsi Duren Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.31539/joppas.v5i1.6562
Wirdayanti, A., Asri, A., Anggono, B. D., Hartoyo, D. R., Indarti, E., Gautama, H., S, H. E., Harefa, K., Minsia, M., Rumayar, M., Indrijatiningrum, M., Susanti, T., & Ariani, V. (2021). Pedoman Desa Wisata (A. Wirdayanti & V. Ariani (eds.)). Kementrian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Wirtz, B. W., Göttel, V., & Daiser, P. (2016). Business Model Innovation: Development, Concept and Future Research Directions. Journal of Business Model, 4(1), 1–28.