URGENSITAS TEKNORELIGION DALAM PESAN-PESAN AGAMA MELALUI TEKNOLOGI KOMUNIKASI
DOI:
https://doi.org/10.46576/jnm.v4i1.1142Abstrak
Abstrak
Penyampaian pesan-pesan religidewasa ini begitu dahsyat dilakukan, terutama melalui media telephon (HP) dengan Short Message Service (SMS)nya. Tujuan penelitian ini adalah pertama, Untuk mengetahui kemampuan teknologi media dalam menstrukturkan perilaku agama masyarakat Kecamatan Banda Sakti kota Lhokseumawe dalam bentuk pesan-pesan agama; dan kedua, Untuk mengetahui fenomena pendelegasian wewenang pihak otoritas agama atas teknologi dalam konteks pesan-pesan agama melalui media sms tauhid di Kecamatan Banda Sakti. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (purposive sampling) yaitu orang yang dianggap dapat memberikan informasi terkait dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan Teknologi media melalui pesan-pesan agama yang diterima masyarakat Kecamatan Banda Sakti kota Lhokseumawe telah mampu membentuk perilaku mulia masyarakat Kecamatan Banda Sakti. Dan fenomena pendelegasian wewenang pihak otoritas agama atas teknologi dalam konteks pesan-pesan agama melalui media SMS Tauhid di Kecamatan Banda Sakti memperlihatkan bahwa perpaduan agama dengan teknologi lebih banyak muncul dalam pemanfaatan teknologi untuk kepentingan agama yang memunculkan spekulasi bahwa teknologi merupakan “pelayan” yang patuh pada agama sebagai “tuan”. Namun, seiring perkembangan teknologi dan semakin bermunculannya pandangan baru, asumsi ini semakin terbantahkan.Lambat-laun, teknologi telah mengambil posisi yang sejajar dengan agama sehingga keduanya lebih banyak lahir dalam bentuk hubungan yang negosiatif.
Kata Kunci: Fenomena Teknoreligion, Pesan-Pesan Agama, Teknologi Komunikasi, Masyarakat, Aceh