Identitas Diri Fandom Seventeen Carat

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46576/jnm.v8i2.5024

Keywords:

Fenomenologi Alfred Schutz, carat, komunikasi, Motif, Makna

Abstract

Saat ini banyak sekali Fandom kpop yang sangat berkembang di Indonesia, hal ini disebabkan karena Korean Wave sangat berkembang di Indonesia sehingga banyak sekali Group Kpop yang saat ini di gemari oleh masyarakat Indonesia, salah satu Group kpop yang saat ini sedang di gemari adalah Seventeen . Seventeen memiliki Fandom yaitu Carat. Di Indonesia Carat sangat berkembang salah satunya ada di Karawang. Carat di Karawang cukup aktif dalam kegiatannya mendukung Seventeen . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas diri dari Carat Fandom Seventeen . peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teori fenomenologi Alfred Schutz dengan mengetahui dari segi dalam Order To Motive dan Since order to Motive serta dengan makna subjektif dan makna objektif selain itu peneliti juga meneliti pengalaman komunikasi dari Carat Fandom Seventeen . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Carat memiliki masa emosional dengan Seventeen . jika terjadi emosi tersebut dalam bentuk karena dari member Seventeen itu sendiri, karena konser yang mereka tonton, dan karena musik mereka yang sesuai dengan kehidupan mereka. Selain itu motif mereka dalam menyukai Seventeen juga berbeda-beda sesuai dengan pengalaman komunikasi mereka.

References

Abidin, Z., Tayo, Y., & Mayasari. (2018). Fanaticism of a Korean Boy Band, “Shinee” as Perceived by K-Popers “Shinee World Indonesia” in Karawang Regency. International Journal of Engineering & Technology, 7(3.30), 74–79. https://doi.org/10.14419/ijet.v7i3.30.18159

Andina, A. N. (2019). Hedonisme Berbalut Cinta Dalam Musik K-POP. 1(8), 39–49.

Apriliani, R., & Setiawan, R. (2019). Konstruksi Konsep Diri Mahasiswi Penggemar Budaya Populer Korea. Hermeneutika, 5(2), 107–120. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/Hermeneutika/article/view/7234/4951

Asy Syaffa, N. A. (2022, August 28). Apa itu Fanboy? Istilah Penggemar K-Pop yang Sering Dikaitkan dengan Fangirl. Kompas.Com.

Eva Dinar, R., Abidin, Z., & Rifai, M. (2022). Fan Culture Dan Perkembangan Kreativitas Remaja Kpopers. Ilmu Politik Dan Ilmu Komunikasi, 7(1). https://journal.unsika.ac.id/index.php/politikomindonesianahttps://journal.unsika.ac.id/index.php/politikomindonesiana

Handoko, F. A., Rahaju, S., & Siaputra, I. B. (2024). Fanatisme Penggemar K-Pop Indonesia: Identitas Fandom, Tipe Kepribadian, Dan Pemujaan Selebritas Pada Penggemar K-Pop. Jurnal Psikologi Ulayat, 11, 55–74. https://doi.org/10.24854/jpu714

Mukti, R. F. (2024). Kematian Di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap ( Studi Fenomenologi Alfred Schutz ) Program Studi Studi Agama-Agama.

Rahma, M. D., & Fauzi, M. A. (2023). Fanatisme Remaja Penggemar Musik Populer Korea (K-Pop) Pada Budaya K-Pop dalam Komunitas Exo-L DI Surabaya. Paradigma, 12(1), 130–140.

Rahmawati, I. C., & Hermina, C. (2024). Interaksi Parasosial pada Penggemar K-Pop di Kalimantan Selatan. Jurnal Psikologi, 1(4), 15. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2821

Rijal, F. M. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika; Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods) (Sutopo, Ed.; 4th ed.). Alfabeta.

Tumangkeng, S. Y. L., & Maramis, J. B. (2022). Kajian Pendekatan Fenomenologi :Literatur Review. Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 23(1), 14–32.

Yuliawan, B. A. P., & Subakti, G. E. (2022). Pengaruh Fenomena Korean Wave (K-Pop dan Drama) Terhadap Perilaku Konsumtif penggemarnya perspektif Islam. Jurnal Penelitian Keislaman, 18(01), 35–48. https://doi.org/10.20414/jpk.v18i1.5195

Zulkarnain, Z., & Haq, Z. (2020). Pengaruh Fanatisme Keagamaan Terhadap Perilaku Sosial. Kontekstualita, 35(01), 25–38. https://doi.org/10.30631/35.01.25-38

Downloads

Published

2025-07-29

Issue

Section

ARTIKEL VOL. 8 NO. 2 2025