ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND REGULATORY CHALLENGES: THE LIMITATIONS OF THE ITE LAW IN RESPONDING TO ADVANCED TECHNOLOGY
DOI:
https://doi.org/10.46576/djtechno.v6i3.7772Abstrak
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk hukum. Di Indonesia, regulasi utama yang mengatur teknologi informasi dan transaksi elektronik adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) beserta perubahannya. Namun, UU ITE dinilai belum memadai dalam merespons tantangan hukum yang muncul dari penggunaan AI, seperti persoalan tanggung jawab hukum sistem otonom, diskriminasi algoritma, perlindungan data pribadi, serta keamanan siber. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterbatasan UU ITE dalam menjawab kompleksitas AI dan memberikan rekomendasi perumusan norma hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pendekatan yuridis normatif dan studi perbandingan regulasi AI di Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Singapura, kajian ini menunjukkan urgensi pembaruan hukum atau pembentukan lex specialis guna menjamin perlindungan hukum yang seimbang antara inovasi teknologi dan hak masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Djtechno sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Djtechno sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.