PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PADA SISTEM PAKAR DALAM MENDIAGNOSIS PARASIT PADA IKAN
DOI:
https://doi.org/10.46576/djtechno.v2i1.1254Abstrak
Ikan merupakan komoditas akuatik yang mengandung protein-protein esensial. Pelaku budidaya akuakultur ikan khususnya, tidak selalu lancar dalam usaha budidayanya, karena pasti suatu saat ikan akan mengalami gangguan penyakit, baik infeksius maupun non-infeksius. Penyakit pada ikan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit. Metode penelitian dimulai dari studi literatur penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Analisis data mengalkulasi certainty factor (CF), kemudian didesain SDLC dengan tipe waterfall, desain activity diagram dan use case diagram. Hasil penerapan metode certainty factor (CF) untuk sistem pakar dalam diagnosis penyakit-penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit dapat diterapkan untuk 12 penyakit dengan tingkat kepercayaan di atas 95%.
Referensi
Al Hakim, R. R. (2020). Pencegahan Penularan Covid-19 Berbasis Aplikasi Android Sebagai Implementasi Kegiatan KKN Tematik Covid-19 di Sokanegara Purwokerto Banyumas. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 2(1), 7–13. https://doi.org/10.37385/ceej.v2i1.125
Al Hakim, R. R., Rusdi, E., & Setiawan, M. A. (2020). Android Based Expert System Application for Diagnose COVID-19 Disease : Cases Study of Banyumas Regency. Journal of Intelligent Computing & Health Informatics, 1(2), 1–13. https://doi.org/10.26714/jichi.v1i2.5958
Anggraini, L., & Fitria. (2019). Penerapan Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar dalam Mendiagnosa Penyakit Ikan Bawal. Jurnal Teknik Informatika Politeknik Hasnur, 5(2), 1–8.
Budi, S. (2017). Kombinasi Metode Forward Chaining dan Certainty Factor untuk Mendiagnosa Penyakit pada Ikan Cupang. Teknik - Sistem Informasi Universitas Nusantara PGRI Kediri, 1(1), 1–6.
Desdevises, Y. (2008). Marine Parasitology. Klaus Rohde, editor. Integrative and Comparative Biology, 48(3), 437–437. https://doi.org/10.1093/icb/icn003
Dewi, T. S., & Arnie, R. (2017). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ikan Patin Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Web. Jurnal TIMES, 6(1), 1311–1448.
Elfani, & Pujiyanta, A. (2013). Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Ikan Konsumsi Air Tawar Berbasis Website. Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pada Ikan Konsumsi Air Tawar Berbasis Website, 1(1), 42–50. https://doi.org/10.12928/jstie.v1i1.2503
Hakim, Z., & Rizky, R. (2020). Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ikan Mas Menggunakan Metode Certainty Factor Di UPT Balai Budidaya Ikan Air Tawar Dan Hias Kabupaten Pandeglang Banten. Jurnal Teknik Informatika Unis, 7(2), 164–169. https://doi.org/10.33592/jutis.v7i2.399
Hidayati, P. I. (2017). Penerapan Metode CF (Certainty Factor) pada Diagnosa Penyakit Ikan Nila. Tekonologi Informasi, 8(2), 127–134.
Nurcahyo, W. (2019). Parasit pada Ikan (Cetakan Ke). Gadjah Mada University Press.
Rokhmani, & Budianto, B. H. (2017). Parasitologi Akuatik: Biologi, Morfologi, Diagnosa dan Pengendaliannya. FGP Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Djtechno sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Djtechno sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.