PENERIMAAN PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA PONDOK PESANTREN TRADISIONAL UNTUK MENUJU SMART EDUCATION DI ACEH
DOI:
https://doi.org/10.46576/djtechno.v5i3.5227Abstract
Perkembangan Teknologi Informasi menjadikan Pondok Pesantren memanfaatkannya untuk media pembelajaran misalnya dengan menggunakan website, menggiatkan dakwah melalui media sosial dan pembelajaran dengan model daring. Era society 5.0 merupakan sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Selain tuntutan kemampuan menguasai teknologi, era society 5.0 juga membutuhkan kemampuan humanities. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang Pendidikan merupakan salah satu langkah awal menuju kepda Smart Education. Penerapan pembelajaran blended learning untuk menjadi smart education belum semua lembaga Pendidikan siap dan dapat menerimanya. Pada penelitian sebelumnya banyak dilakukan tentang pembelajaran blended learning pada lembaga Pendidikan formal. belum ada penelitian khusus yang membahas tentang model blended learning pada pesantren tradisional. Oleh karena itu, Penelitian ini berfokus pada bagaimana penerimaan pondok pesantren dalam menerapkan model pembelajaran blended learning untuk menuju ke smart education ke depan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian adalah responden yang berasal dari terdiri dari dua pesantren tradisional yang ada di aceh. Dari tujuh hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teori Technology Acceptance Model yaitu empat hipotesis di terima dan tiga hipotesis di tolak. Keempat hipotesis yang diterima adalah yang berhubungan dengan penerimaan dan kemanfaatan dalam menerapkan pembelajaran blended learning. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpul bahwa penerimaan model pembelajaran blended learning dapat diterima di pesantren tradisional di Aceh, tetapi dalam menerapkan nya pesatren tadsional di Aceh belum siap dikarena ada beberapa kendala yang di hadapiReferences
Cahyadi, F. D., Suciati, S., & Probosari, R. M. (2012). Penerapan blended learning dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 4 Putra SMA RSBI Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Sukoharjo tahun pelajaran 2011/2012. Pendidikan Biologi, 4(1)
Chin, W. (1998). The Partial Least Squares Approach for Structural Equation Modeling in G.A Marcoulides (Ed.), Modern Methods for Business Research. London: Lawrence Erlbaum Associates
D. Ayatulloh Michael Musyaffi, Hera Khairunnisa and K. Respati, Konsep (2022) Dasar Structural Equation Model- Partial Least Square (SEM-PLS) Menggunakan SmartPLS. Tangerang Selatan: Pascal Books
Gambari, Amosa Isiaka, et al. (2018). "Effectiveness of blended learning and elearning modes of instruction on the performance of undergraduates in Kwara State, Nigeria." MOJES: Malaysian Online Journal of Educational Sciences 5.1: 25-36
Gio, Prana Ugiana.(2022) Partial least squares structural equation modeling (pls-sem) dengan software smartpls. Uwais Inspirasi Indonesia.
Hastini, Lasti Yossi, Rahmi Fahmi, and Hendra Lukito.(2020) "Apakah Pembelajaran Menggunakan Teknologi dapat Meningkatkan Literasi Manusia pada Generasi Z di Indonesia?." Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA) 10.1: 12-28.
Hayati, Nur, and Mualim Wijaya.(2018) "Pengelolaan Pembelajaran Melalui Blanded Learning Dalam Meningkatkan Receptive Skill Peserta Didik di Pondok Pesantren." Palapa 6.2 : 1-18
Handalani, R. T., & Soesanto, H. (2022). EVALUASI PELATIHAN MODEL KIRKPATRICK DAN MODEL KEMP MENGGUNAKAN SEM-PLS: STUDI KASUS PELATIHAN BENDAHARA PENGELUARAN DI PROVINSI DKI JAKARTA TRAINING EVALUATION BASED ON THE KIRKPATRICK MODEL AND KEMP MODEL USING SEM-PLS: A CASE STUDY OF.
Indra, H. (2019). Revitalisasi Pendidikan Keagamaan Islam Era Digital 4.0. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 278-288.
Martín-García, Antonio Víctor.(2020) Blended learning: convergence between technology and pedagogy. Springer International Publishing
Musyaffi, Ayatulloh Michael, Hera Khairunnisa, and Dwi Kismayanti Respati. (2022) Konsep dasar structural equation model-partial least square (sem-pls) menggunakan smartpls. Pascal Books
Permana, Deni, et al.(2021) "Inovasi pembelajaran dengan model blended learning di masa pandemi covid 19 (studi kasus di sekolah berbasis pesantren smk maarif nu ciamis)." VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan 1.1: 31-47
Rimawati, E., & Saptomo, W. L. Y. (2019). Analisis Diskriptif Technologi Acceptance Model pada Penerapan Blended Learning. Jurnal Ilmiah SINUS. https://doi. org/10.30646/sinus. v17i2, 420.
Saptomo, W. L. Y., & Rimawati, E. (2020). Path Analisis Technology Acceptance Model pada Penerapan Blended Learning. Jurnal Sains dan Informatika
Sarstedt, Marko, Christian M. Ringle, and Joseph F. Hair.(2021) "Partial least squares structural equation modeling." Handbook of market research. Cham: Springer International Publishing,. 587-632
Yaqin, Ainol, Lutfillah Lutfillah, and Roisul Muhtadin.(2021) "Strategi membangun ekonomi pesantren melalui sentralisasi kebutuhan fashion pada industri konveksi pondok pesantren Nurul Jadid." Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah 7.1 : 1-16
Downloads
Published
Issue
Section
License
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Djtechno sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Djtechno sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.



