PENERAPAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS TERHADAP PENILAIAN KINERJA HONORER (STUDI KASUS DINAS KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI SUMATERA UTARA)
DOI:
https://doi.org/10.46576/djtechno.v3i1.2210Abstract
F-AHP merupakan salah satu metode AHP yang menggunakan pendekatan konsep fuzzy. Ketidakpastiannumerik yang fuzzy diekspresikan dalam urutan skala karena F-AHP meliputi kelemahan-kelemahan yang
ada pada AHP, masalah kriteria dengan karakteristik yang lebih subjektif karena pada dasarnya fuzzy
merupakan kerangka matematis yang digunakan untuk mempresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan,
ketidaktepatan, kekurangan informasi dan kebenaran parsial tujuan dari penelitian ini yaitu dapat membantu
pimpinan untuk menganalisis kinerja tenaga honorer yang sedang bertugas dengan hasil perancangan
aplikasi fuzzy ahp dalam menentukan seleski tenaga honorer di dinas pemerintahan provinsi sumatera utara
berhasil dirancang dan dijalankan dengan baik.
Downloads
Published
2022-06-16
Issue
Section
Articles
License
Pernyataan Hak Cipta dan Lisensi
- Hak Cipta atas naskah-naskah karya ilmiah di dalam Jurnal ini dipegang oleh Penulis.
- Penulis menyerahkan hak saat pertama kali mempublikasi Naskah karya ilmiahnya dan secara bersamaan Penulis memberikan izin/lisensi dengan mengacu pada Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License kepada pihak lain untuk menyebarkan karya ilmiahnya tersebut dengan tetap mencantumkan penghargaan bagi penulis dan Djtechno sebagai media Publikasi pertama atas karya tersebut.
- Hal-hal yang berkaitan dengan non-eksklusivitas pendistribusian Jurnal yang menerbitkan karya ilmiah penulis dapat diperjanjikan secara terpisah (contoh: permintaan untuk menempatkan karya yang dimaksud pada perpustakaan suatu institusi atau menerbitkannya sebagai buku) dengan Penulis sebagai salah satu pihak perjanjian dan dengan penghargaan pada Djtechno sebagai media publikasi pertama atas karya dimaksud.
- Penulis dapat dan diharapkan untuk mengumumkan karyanya secara online (misalnya pada Repositori atau pada laman Organisai/Institusinya) sejak sebelum dan selama proses pengumpulan naskah, sebab upaya tersebut dapat meningkatkan pertukaran citasi lebih awal dan dengan cakupan yang lebih luas.



