SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA KELAINAN ORIENTASI SEKSUAL PADA ORANG DEWASA MENGGUNAKAN METODE CASE BASED REASONING (CBR)
DOI:
https://doi.org/10.46576/device.v1i1.694Abstrak
Ketidaktahuan orang awam untuk mendiagnosa kelainan orientasi seksual maka dapat diatasi dengan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia kekomputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem pakar ini, pengguna dapat menyelesaikan masalah tertentu, tanpa bantuan para ahli dalam bidang tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi maka diperlukan sebuah aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa kelainan orientasi seksual. Salah satu metode sistem pakar yang dapat mendiagnosa kelainan orientasi seksual pada orang dewasa adalah Case Based Reasoning (CBR). Case Based Reasoning (CBR) merupakan salah satu metode pemecahan masalah yang dalam mencari solusi dari suatu kasus yang baru, sistem akan melakukan pencarian terhadap solusi dari kasus lama yang memiliki permasalahan yang sama dan sudah pernah terjadi sebelumnya.
Aplikasi yang dibangun dapat menghasilkan laporan hasil diagnosa. Laporan yang dihasilkan berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh sistem telah mengadopsi algoritma Nearest Neighbour sehingga lebih akurat dan tepat.
Kata Kunci— Sistem Pakar, Kelainan Orientasi Seksual, Case Base Reasoning (CBR), Nearest Neighbour.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang naskahnya diterbitkan menyetujui ketentuan sebagai berikut:
- Hak publikasi atas semua materi naskah jurnal yang diterbitkan/dipublikasikan dalam jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi dengan sepengetahuan penulis (hak moral tetap milik penulis naskah).
- Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY), yang berarti Jurnal Device berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
- Naskah yang diterbitkan/dipublikasikan secara cetak dan elektronik bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Selain tujuan tersebut, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hukum hak cipta.
114.jpg)

