TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) MENGGUNAKAN PENDEKATAN PERFORMANCE GAP UNTUK PEGAWAI TOKO RITEL (STUDY KASUS TOKO B)
DOI:
https://doi.org/10.46576/bn.v8i1.6355Kata Kunci:
Training Needs Analysis, Performance Gap, Pelatihan, Kinerja PegawaiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis/TNA) pegawai Toko B dengan menggunakan pendekatan performance gap untuk meningkatkan kinerja organisasi. Isu-isu pokok yang diidentifikasi meliputi ketidak efektifan komunikasi antarbagian, kurangnya keterampilan dalam prosedur pelayanan dan menangani keluhan pelanggan, serta ketidaktahuan pengaturan display dan manajemen stok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode analisis kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dengan pegawai di berbagai bagian, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya gap kinerja yang signifikan antara kinerja aktual dan kinerja yang diharapkan. Kesenjangan ini berdampak pada kualitas pelayanan pelanggan, efisiensi operasional, serta kepuasan pelanggan. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pelatihan komunikasi efektif, pelayanan pelanggan yang unggul, serta manajemen stok dan display barang untuk menutup gap kinerja yang ada dan meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan.
Referensi
Abdulah. (2014). Manajemen dan evaluasi kinerja karyawan. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Dauri, Y., Fitri, N. H., & Margareta, T. (2023). Training Needs Analysis bagi Karyawan PT. SL. Universitas Batam. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 6(3), 2024 doi: https://doi.org/10.37776/jizp.v6i3.1450
Irianto, Jusuf. (2001). Prinsip-Prinsip Dasar Manajemen Pelatihan : Dari Analisis Kebutuhan Sampai Evaluasi Program Pelatihan. Jakarta : Insani Cendekia.
Kim, S., & Ji, Y. (2018). Gap analysis. The international encyclopedia of strategic communication. John Wiley & Sons, Inc. doi: 10.1002/9781119010722.iesc0079
Kristina, A. (2006). Model Training Needs Analysis untuk Mengidentifikasi Kebutuhan Pelatihan. Tesis, Universitas Airlangga .
Kristina, A. (2013). Model Training Needs Analysis untuk Perilaku Inovatif SDM Industri Kecil Sepatu. Jurnal Pamator, 6(1). doi: https://doi.org/10.21107/pamator.v6i1.3084
Muchsam, Y., Falahah, Saputro, G.I. (2011). Penerapan gap analysis pada pengembangan sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan (studi kasus PT. XYZ). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2011 (SNATI 2011), 17-18, Juni 2011, Yogyakarta, ISSN: 1907-5022
Muliyati, Haswan Yunaz, Syamsul Bachri. Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan Ritel. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Teknologi (EMT) KITA, 8(4), 2024, 1502-1512 tersedia dalam http://journal.lembagakita.org/index.php/emt diakses pada 15 Januari 2025.
Mutmainah, I., Yulia, I. A., Marnilin, F., & Mahfudi, A. Z. (2022). GAP Analysis Untuk Mengetahui Kinerja Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 10(1), 19–34. https://doi.org/10.37641/jimkes.v10i1.934
Panwar, R., Hansen, E. & Kozak R. (2012). Evaluating social and environmental issues by integrating the legitimacy gap with expectational gaps: An empirical assessment of the forest industry. Business & Society, 53(6), 853–875 doi: 10.1177/0007650312438884
Yoven, Y., Prameswari, Y., Mayalianti, R. A., & Chairunnisa, A. (2024). Training Needs Analysis pada PT Produksi Sabun (Nuc Clean). Universitas Batam. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 6(2), 2024. doi : https://doi.org/10.37776/jizp.v6i2.1399


