Analisis Keanekaragaman Plankton Sebagai Bioindikator Kesehatan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii di Bontang, Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v5i1.7817Kata Kunci:
Bioindikator, Ekosistem, Kesehatan, Plankton, Rumput LautAbstrak
Kota Bontang merupakan wilayah pesisir strategis di Kalimantan Timur dengan potensi budidaya rumput laut yang besar, terutama jenis Kappaphycus alvarezii. Namun, budidaya rumput laut menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan yang memengaruhi kestabilan produksi dan kesehatannya. Keadaan ini diperparah dengan perubahan iklim global yang berdampak negatif pada hasil panen. Kesehatan rumput laut sangat tergantung pada kualitas air yang optimal, agar fotosintesis dan pertumbuhan tanaman berlangsung maksimal. Plankton sebagai bioindikator dari kualitas air sangat sensitif terhadap perubahan fisika dan kimia perairan yang dapat mencerminkan kesehatan ekosistem budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunitas plankton melalui analisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi sebagai metode bioindikator yang efektif dalam memantau kesehatan rumput laut. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel pada 3 stasiun menggunakan metode acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelimpahan plankton didominasi Kelas Bacillariophyceae (fitoplankton), Kelas Copepoda (zooplankton), indeks keanekaragaman plankton (H’) 1,90-2,19 kategori sedang, indeks keseragaman plankton (E’) 0,97-0,98 kategori tinggi, dan indeks dominansi plankton (D’) 0,12-0,16 kategori tinggi. Kombinasi jenis kelimpahan plankton dan ketiga indeks ini dapat menjadi bioindikator efektif untuk menilai kondisi kesehatan budidaya rumput laut.
Referensi
Alibon, R.D., Gonzales, J.M.P., Ordoyo, A.E.T., & Echem, R.T. (2019). Incidence of ice-ice disease associated with Kappaphycus alvarezii in the seaweed farms in Zamboanga Peninsula, Mindanao, Philippines. SSR Institute International Journal of Life Science, 5 (1): 2148-2155. https://doi.org/10.21276/SSR-IIJLS.2019.5.1.6
American Public Health Association [APHA]. (1989). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, Part 3, Determination of Metals. Washington DC: American Public Health Association. 164 hlm.
Anugerah, P., Noorsheha, & Reynalta, R. (2023). Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pasuruan. Koloni, 2 (1): 372-378. https://doi.org/10.31004/koloni.v2i1.302
Apriliyanti, M.S., Sutanti, & Utomo, D.S.C. (2018). Identifikasi Plankton di Kawasan Budidaya Rumput Laut Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan Metode DNA Barcoding. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 9 (1): 65-72. https://doi.org/10.24319/jtpk.9.65-72
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur [BPS Kaltim]. (2023). Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Kalimantan Timur Tahun (2022). Retrieved from https://kaltim.bps.go.id/id/statistics-table/3/U20wMk16RmhlR1JLWkdrMWRYQkxUVzB2YXpSelp6MDkjMw==/produksi-dan-nilai-produksi-perikanan-budidaya-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-budidaya-di-provinsi-kalimantan-timur--2019.html?year=2022
Basyuni, M., Gultom, K., Fitri, A., Susetya, I. E., Wati, R., Slamet, B., Sulistiyono, N., Yusriani, E., Balke, T., & Bunting, P. (2018). Diversity and Habitat Characteristics of Macrozoobenthos in the Mangrove Forest of Lubuk Kertang Village, North Sumatra, Indonesia. Biodiversitas, 19 (1), 311–317. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190142
Chusna, J.H., Aisyah, A., & Afandi, A.Y. (2024). Identifikasi Keanekaragaman dan Kelimpahan Zooplankton di Danau Sunter DKI Jakarta. Pendipa: Journal of Science Education, 8 (2): 330-336. https://doi.org/10.33369/pendipa.8.2.330-336
Djunaidah, I.S., Supenti, L., Sudinno, D., & Suhrawardhan, H. (2017). Kondisi Perairan dan Struktur Komunitas Plankton di Waduk Jatigede. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 11 (2): 79-93. https://doi.org/10.33378/jppik.v11i2.87
Effendi, H. (2011). Studi Lingkungan Perairan: Analisis Fisika, Kimia, dan Biologi Perairan. Yogyakarta: Kanisius. 458 hlm.
Evita, I.N.M., Hariyati, R., & Hidayat, J.W. (2021). Kelimpahan dan Keanekaragaman Plankton sebagai Bioindikator Kualitas Air di Perairan Pantai Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Bioma, 23 (1): 25-32. https://doi.org/10.14710/bioma.23.1.25-32
Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: PT Bumi Aksara. 199 hlm.
Fidhiani, D.D., & Saleha, Q. (2021). Analysis of Sea Grass Cultivation (Eucheuma sp.) in Bontang City, East Kalimantan. SSRG Internasional Journal of Agriculture and Environmental Science, 8 (1): 49-52. https://doi.org/10.14445/23942568/IJAES-V8I1P108
Gurning, L.F.P., Nuraini, R.A.T, & Suryono. (2020). Kelimpahan Fitoplankton Penyebab Harmful Algal Bloom di Perairan Desa Bedono, Demak. Journal of Marine Research, 9 (3): 251-260. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i3.27483
Hidayat, N., Kaaffah, N.F., Situmorang, M.J.A., Subekti, E.A., & Radianto, D.O. (2024). Perkembangan Bisnis Rumput Laut di Indonesia: Tinjauan Literatur Tentang Tren dan Tantangan (2019-2024). JBEP: Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak, 1 (2): 1-12. https://doi.org/10.61132/jbep.v1i2.103
Lestari, T.P., & Dewantoro, E. (2018). Pengaruh Suhu Media Pemeliharaan terhadap Laju Pemangsaan dan Pertumbuhan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Jurnal Ruaya, 6 (1): 14-22. https://doi.org/10.29406/jr.v6i1.923
Marsaude, A., Sukainah, A., & Patang. (2023). Kajian Kualitas Perairan pada Lahan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma cottoni) di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6 (4): 1325-1332. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.20934
Masihin, A., Huliselan, N.V., & Pello, F.S. (2024). Faktor Fisika dan Kimia Perairan yang Mendukung Pertumbuhan Rumput Laut di Dusun Wael Kabupaten Seram Bagian Barat. Triton: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 20 (2): 123-133. https://doi.org/10.30598/TRITONvol20issue2page123-133
Michael, P. (1990). Ecological Methods for Field and Laboratory Investigation. New Delhi: Tata McGraw-Hill Education Publishing Co. Ltd. 1-50 hlm.
Muaddama, F., Damis, Surianti, Hasrianti, & Randi. (2021). Pengaruh Budidaya Rumput Laut terhadap Kualitas Air Lingkungan Budidaya Tambak Udang Vaname. Journal of Indonesian Tropical Fisheries, 4 (2): 167-179. https://doi.org/10.33096/joint-fish.v4i2.105
Muliyadi. (2023). Kajian Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii; Studi Kasus di Desa Tapi-Tapi Kec. Marobo Sulawesi Tenggara. Journal Perikanan, 13 (3): 682-689. http://doi.org/10.29303/jp.v13i3.605
Nikhlani, A., & Kusumaningrum, I. (2021). Analisa Parameter Fisika dan Kimia Perairan Tihik Tihik Kota Bontang untuk Budidaya Rumput Laut Kapphaphycus alvarezii. Jurnal Pertanian Terpadu, 9 (2): 189-200. https://doi.org/10.36084/jpt.v9i2.328
Odum, E.P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 697 hlm.
Prasidya, D.A., Novembrianto, R., Munawar, Jawwad, M.A.S., & Rhomadhoni, M.N. (2022). Bioindikator Plankton dan Benthos dalam Monitoring Kualitas Air Sungai di PT. WXYZ. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 14 (2): 169-175. https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.35
Ridho, M.R., Patriono, E., & Mulyani, Y.S. (2020). Hubungan Kelimpahan Fitoplankton, Konsentrasi Klorofil-a dan Kualitas Perairan Pesisir Sungsang, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12 (1): 1-8. https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i1.25745
Rosdiana, Padyawan, A.R., Usman, H., & Wandi. (2024). Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Perairan Pulau Lingayan, Kabupaten Tolitoli. Jago Tolis: Jurnal Agrokompleks Tolis, 4 (1): 11-20. https://dx.doi.org/10.56630/jago.v4i1.475
Safitri, E., & Rachmadiarti, F. (2023). Analisis Parameter Kualitas Air untuk Habitat Rumput Laut Caulerpa racemosa di Pantai Joko Mursodo, Lohgung, Lamongan. Lentera Bio: Berkala Ilmiah Biologi, 12 (3): 299-306. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v12n3.p299-306
Santikawati, S., Sukandar, T.K., & Situmorang, H.L. (2023). Analisis Kelimpahan Plankton di Perairan Kota Sibolga sebagai Lokasi Pengembangan Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus sp.). Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan, 5 (2): 25-31. https://doi.org/10.300491/tapiannauli.v5i2.184
Setiawan, H., Idiawati, N., & Helena, S. (2022). Komposisi dan Struktur Komunitas Copepoda di Estuari Desa Mendalok Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa, 5 (2): 89-97. https://doi.org/10.26418/lkuntan.v5i2.49043
Shabrina, F.N., Saptarini, D., & Setiawan, E. (2020). Struktur Komunitas Plankton di Pesisir Utara Kabupaten Tuban. Jurnal Sains dan Seni ITS, 9 (2): 1-6. https://doi.org/10.12962/j23373520.v9i2.55150
Sutrisna, T., Umar, M.R., Suhadiyah, S., & Santosa, S. (2018). Keanekaragaman dan Komposisi Vegetasi Pohon pada Kawasan Air Terjun Takapala dan Lanna di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 3 (1): 12-18. https://doi.org/10.20956/bioma.v3i1.4258
Wafi, A., Ariadi, H., Khumaidi, A., & Muqsith, A. (2021). Pemetaan Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut di Kecamatan Banyuputih, Situbondo Berdasarkan Indikator Kimia Air. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan, 12 (2): 170-179. https://doi.org/10.35316/jsapi.v12i2.1346
Widianingsih, Khotimah, A.K., & Nuraini, R.A.T. (2024). Indek Ekologi Diatom (Bacillariophyceae) di Perairan Delta Wulan Demak Jawa Tengah. Journal of Marine Research, 13 (4): 643-652. https://10.14710/jmr.v13i4.44049
Yanamisra, A., Fariyanti, A., & Utami, A.D. (2023). Risiko Produksi dan Harga pada Usahatani Rumput Laut di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Forum Agribisnis, 13 (2): 137-151. https://doi.org/10.29244/fagb.13.2.137-151
Zainal, Kushadiwijayanto, A.A., Safitri, I., & Sofiana, M.S.J. (2023). Komunitas Fitoplankton sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Teluk Melanau Pulau Lemukutan Kalimantan Barat. Jurnal Ilmiah Platax, 11 (2): 455-472. https://doi.org/10.35800/jip.v10i2.49229
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).