Substitusi Tepung Maggot Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Sangkuriang
DOI:
https://doi.org/10.46576/jai.v1i2.2039Kata Kunci:
Alternatif, Clarias sp, Pertumbuhan, SubstitusiAbstrak
Substitusi Tepung Maggot Sebagai Pakan Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Sangkuriang. Sumber protein pakan ikan sulit didapat akibat terbatasnya bahan, tepung maggot dapat digunakan sebagai alternatif tepung ikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tepung maggot sebagai alternatif tepung ikan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium fakultas perikanan pada tanggal 02 Maret 2022 – 30 Maret 2022. Metode yang digunakan adalah Uji t. Dengan perlakuan pakan tepung ikan dan subsitusi tepung maggot. Hasil analisis mengatakan bahwa pakan substitusi tepung maggot berpengaruh nyata. ikan yang berumur 28 hari dengan panjang rata – rata 5,3 cm di wadah tepung ikan dan substitusi tepung maggot 5,5 cm sedangkan berat rata – rata per ekor 2,9 gram di wadah tepung ikan dan 3,1 gram di subtitusi tepung maggot. Pertambahan panjang mutlak rata – rata pada wadah tepung ikan adalah 1,7 cm dan subtitusi tepung maggot adalah 1,9 cm. Pertambahan berat mutlak rata – rata pada wadah tepung ikan adalah 2,9 gram dan subtitusi tepung maggot 2,4 gram. Disimpulkan bahwa substitusi tepung maggot sebagai pakan alternatif adalah dapat mempengaruhi pertumbuhan Clarias sp. juga menunjukkan perlakuan subtitusi tepung maggot yang memberikan hasil lebih baik dan perlakuan subtitusi tepung maggot mendapatkan tingkat kelulusan hidup yang lebih baik.
Referensi
Beski, S.S.M., Swick, R.A., & Iji, P.A. (2015). Specialised protein products in broiler chicken nutrition: A review. Anim Nutr. 1:47-53.
Cickova, H., Newton, G.L., Lacy, R.C., & Kozánek, M. (2015). The use of fly larvae for organic waste treatment. Waste Manag. 35:68-80.
Dengan Teknologi Bioflok : Profil Kualitas Air, Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan. [Skripsi]: Institut Pertanian Bogor.
Dewantoro, K & Efendi, M. (2018). Beternak Maggot Black Soldier Fly. AgroMedia. Hal: 23.
Effendi, M.I. (1997). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka. Yogyakarta.
Khairuman, S.P., Sihombing, T., & Khairul, A. (2008). Budidaya Lele Dumbo Dikolam Terpal. Agromedia Pustaka.
Lesmana, D.S. (2001). Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penebar Swadaya. Jakarta.
Madinawati., Serdiati, N., & Yoel. (2011). Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus). Jurnal Media Litbang. Sulteng.
Maryam, S. (2010). Budidaya Super Intensif Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus).
Prasetya, D. (2011). Bisnis Benih Lele Untung 200%. Penebar Swadaya. Bogor .
Riyanto,S., W, I., Padang., & Peni. Tabloid Agrina. Vol. 5, No.122.
Sartika, E., Siswoyo, B.H., & Syafitri, E. (2021). Pengaruh Pakan Alami Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Mas Koi (Cyprinus rubrofuscus). Jurnal Aquaculture Indonesia (JAI). Vol 1 (1), 28-37. https://doi.org/10.46576/jai.v1i1.1437.
Takeuchi, T. (1988). Laboratory Work-Chemical evaluation of Dietary nutrients. P. 179-233. In: Watanabe, T. (Ed). Fish Nutrition and Mariculture JICA Textbook. The General Aquaculture Course. Kanagawa international Fisheries Training Centre. Japan international Cooperation Agency(JICA). 233 PP.
Widiastuti, I.M. (2009). Pertumbuhan dan Kelangsungan hidup (Survival Rate) Ikan Lele (Clarias sp) yang Dipelihara Dalam Wadah Terkontrol. Media Litbang. Sulteng. Vol 2(2), 126-130.
Zonneveld, N., Huisman, E. A., dan Boon, J. H. (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).